Senin dalam Pekan Prapaskah V, 14 Maret 2016


Dan 13: 1-9  +  Mzm 23  +  Yoh 8: 12-20

 



Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."  Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar."  Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun,  dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.  Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;  Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."  Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku."  Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

 



Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: 'Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup'. Yesus bersaksi tentang diriNya sendiri. Sepertinya tidak konsekuen Guru Nazaret ini. Di hari Kamis lalu kita sudah mempersoalkan kata-kataNya yang menyatakan:'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar' (Yoh 5). Maka dengan berani tepatlah kalau orang-orang Farisi membalik, katanya: 'Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar'. Mendengar komentar mereka Yesus berkata: 'biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi'. Yesus memang tentunya tidak berkata-kta tentang kebohongan, tetapi hanya saja mengapa Dia mengatakan hal itu sebagaimana kita renungkan di hari Kamis kemarin. Kita tahu bahwa Yesus berasal dari Bapa yang mengutusNya. Dialah Allah dari Allah. Terang dari Terang.

'Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun,  dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku' (Kata-kata ini sepertinya sekedar sisipan saja).  'Dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;  Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku'. Secara logika mungkin penyataan Yesus ini amatlah lemah. Bukankah kesaksian Yesus itu hanya satu? Bukankah Bapa ada dalam Anak,dan Anak ada dalam Bapa?  Mereka bukalah dua melainkan Satu. Kesaksian dalam hokum Taurat pun yang dimaksudkan adalah berbeda dengan seseorang yang tertuduh; orang yang tertuduh tentunya tidak bisa sekaligus menjadi saksi. Kiranya pengalaman Daniel dalam membantu Suzana sebagaimana diceritakan juga hari ini (Dan 13) bias menjadi bahan pembanding berkenaan dengan dua orang saksi. 

'Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku' jawab Yesus ketika mereka bertanya: 'di manakah Bapa-Mu?'. Yesus menjawab demikian, karena memang mereka tidak mau tahu terhadap diriNya. Mereka tidak percaya kepadaNya; tidak mendengar pengajaranNya, dan tidak percaya bahwa Dia diutus oleh Bapa di surga. Namun sekali lagi  tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba. Yesus datang bukan untuk binasa, melainkan memberi kehidupan abadi.

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami semakin hari semakin percaya kepadaMu. Ajarlah kami untuk semakin memahami, bahwa Engkau malah hendak tinggal di tengah-tengah kami, dan membiarkan kami pun tinggal bersamaMu.

 

 

 

Contemplatio

'Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening