Senin dalam Pekan Suci, 21 Maret 2016

Yes 42: 1-7  +  Mzm 27  +  Yoh 12: 1-11

 



Lectio

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:  "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.  Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.  Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

 


Meditatio

Ada tiga hal menarik dalam perikup Injil hari ini. Pertama, kedatangan tamu memang selalu menyenangkan, terlebih kalau kedatangan sang Empunya kehidupan. Yakni Kristus Tuhan. Untuk itulah maka diadakan perjamuan untuk Yesus dan Marta melayani. Betapa bahagianya memang mendapatkan kedatangan Tuhan Yesus. Betapa bahagianya kalau Yesus sendiri mengatakan hari ini terjadi keselamatan atas rumah ini (Luk19) kepada keluarga kita. Siapkah kita akan kedatanganNya? Atau minimal kita ini merasa gelisah kalau mendapatkan tamu? Atau kita membedakan tamu yang satu dengan tamu lainnya? Seharusnya kita berani menerima tamu sebagaimana dilakukan Elizabet ketika mendapatkan kunjungan Maria.

Kedua, 'mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?'. Itulah komentar Yudas Iskariot yang dengan mata kepala sendiri melihat Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tak usah kita persoalkan, karena motifnya amat berbeda. Yudas Iskariot berkata demikian, bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri. Apa maksud Yesus yang semenjak semula memilih Yudas menjadi muridNya? Bukankah Dia telah mengetahui isi hati umatNya (Mzm 139)? Apakah dalam diri Yudas 'pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia' (Yoh 9: 3)?

Ketiga, 'biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu'. Maria memang tidak bisa dan mungkin tidak mampu ikut Yesus dalam perjalanan salibNya. Dia pun tidak bisa berdiri di dekat salib Yesus bersama Maria, sang bunda. Apakah yang dikatakan Yesus itu benar-benar sudah dirasakan oleh Maria? Namun tak dapat disangkal, semua yang dilakukan Maria, karena dia ingin memberi yang terbaik bagi Tuhan, yang tak akan diambil daripadanya. Kita pun memang tidak mampu berdiri di dekat salib Yesus, tetapi baiklah kalau masa Prapaskah ini juga mengingatkan kita agar kita berani memberi yang terbaik bagi Yesus. Walau tak dapat disangkal, keberanian kita untuk memilih yang terbaik akan banyak membuat orang percaya kepada Yesus. Inilah karya katekese baru, bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan. 'Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,  untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara', sapaan Tuhan melalui nabi Yesaya (42: 7) tak jarang dilakukan setiap orang yang berkarya dalam katekese baru yang memerdekakan itu.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk dapat melakukan perbuatan-perbuatan kasih pada sesama, agar kehadiranMu yang menyelamatkan nyata di dalamnya. Amin

 

 

Contemplatio

'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.  Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu'.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening