Hari Minggu Paskah V, 24 April 2016


Kis 14: 21-27  +  Why 21: 1-5  +  Yoh 13: 31-35

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.  Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.  Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

 

 

 

Meditatio

'Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia', tegas Yesus. Ini berarti mempermuliakan Yesus berarti mempermuliakan Allah. Allah Bapa ikut dipermuliakan, jikalau kita mempermuliakan Anak Manusia. Demikian juga sebaliknya, 'jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera'. Dengan penegasan ini, sepertinya mempermuliakan Allah hanya bisa terjadi melalui Yesus Kristus Anak Manusia. Bukankah memang orang dapat sampai kepada Bapa hanya melalui Anak? (Yoh 14: 6). Kiranya hendaknya kita ingat, bahwa Allah Bapa mempermuliakan Dia, bukan dengan puji-piujian dan sorak-sorai, bukan dengan turunnya awan dari atas sebagaimana yang pernah dialami di atas gunung oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes, melainkan ketika Yesus ditinggikan di kayu salib, sebab 'apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku' (Yoh 12: 32). Maka tak gentar Yesus melakukan semua kehendak Bapa itu dengan berkata: 'Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau' (Yoh 17: 1); dan kepada para muridNya Yesus pun mengingatkan: 'hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu'. Yesus mempermuliakan Bapa di surga dengan melakukan segala kehendakNya, yakni menyelamatkan umat manusia.

'Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi'. Yesus memberi perintah baru? Mengapa dikatakan baru bukankah dalam kitab Imamat telah disampaikan: 'janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN' (Im 19: 18). Baru di sini, karena kita diminta hendaknya saling mengasihi, sebagai perintah saling melengkapi dan menyempurnakan. Baru, karena kasih perhatian kita tidak bisa dilepaskan dari kasih terhadap Tuhan Allah sendiri, yang memang satu kesatuan sebagai hokum utama? (Mrk 12: 33-35). Baru, sepertinya ditegaskan Yesus sendiri, karena kasih adalah sikap Allah  sendiri yang adalah kasih (1Yoh), dan Dia telah mendahului kita dalam mengasihi kita, sebagaimana dikatakan tadi: seperti Aku telah mengasihi kamu.

Tuhan Allah mendahului kita berbuat kasih, karena memang Dia adalah Kasih, dan itupun disadari banyak orang semenjak semula. Dengan melakukan kasih terhadap sesame berarti kita bersikap seperti Tuhan sendiri telah bersikap kepada kita; kita bertidak dan berbuat seperti yang telah Tuhan lakukan terhadap kita. Maka benarlah kalau pemazmur mengajak kita melambungkan pujian dengan bernyanyi: 'TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.  TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya' (Mzm 145).

'Semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi'. Kemuridan sebagai komunitas, para muridNya yang kudus, hanya dapat kita tunjukkan kalau kita saling mengasihi.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana Engkau telah mendahului kami berbagi kasih.

Yesus, bantulah kami untuk bersikap seperti Engkau sendiri telah berikap kepada kami. Amin.

 

 

Contemplatio

'Semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi'. 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening