Jumat dalam Pekan Paskah II, 8 April 2016

Kis 5: 34-42  +  Mzm 27  +  Yoh 6: 1-15

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"  Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."  Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia."  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

 

 


Meditatio

'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia'. Itulah komentar banyak orang terhadap Yesus, yang telah membuat  kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya menjadi kenyang dengan lima roti jelai dan dua ikan. Semuanya itu di luar kemampuan nalar manusia sehat. Banyak orang kenyang karena telah makan roti pemberian sang Guru dan Nabi itu, bahkan mereka pun mengumpulkan roti dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Suatu mukjizat yang menggempar hati banyak orang. Semuanya itu terjadi ketika semua orng hendak merayakan Paskah yang mengingatkan akan karya agung dan mulia yang pernah dikerjakan Allah dalam membebaskan umat Israel dari kuasa kungkungan Mesir.

Semua yang indah itulah yang membuat banyak orang semakin terpukau kepadaNya. Betapa bahagianya mempunyai raja seperti Dia. Makan minum tiada henti, karena mereka melihat segala yang dapat dikerjakanNya. Yesus yang tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Bukanlah sebagai kesempatan Yesus untuk mendapatkan dukungan dan bahkan pujian dari banyak orang; Yesus tidak menginginkannya. Mengapa? Karena memang Dia datang ke tengah-tengah umatNya  bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Yesus datang ke tengah-tengah umatNya, bukan untuk mencari puji-pujian, melainkan semata-mata hendak melayani dan melayani seluruh umatNya agar mereka semua menikmati keselamatan; dan bagi mereka yang telah jatuh dalam dosa, diajakNya untuk berani kembali kepadaNya. Hanya dalam Dia Kristus Tuhan ada kehidupan dan keselamatan.

Segala yang dilakukan Yesus memang bukan untuk tebar pesoana,  melainkan semata-mata untuk membuat banyak ornag semakin mengenal diriNya. Mengenal Yesus kiranya akan membuat banyak orang percaya dan berserah diri kepadaNya. Mengenal Yesus membuat banyak orang untuk menikmati keselamatan daripadaNya. Karena itu, benarlah yang disampaikan Yesus kepada Filipus di kemudian hari: 'Filipus, Filipus, telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami' (Yoh 14: 9). Mengenal Yesus berarti mengenal Bapa, karena memang Dia adalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia. Mengenal Yesus berarti mengenal keselamatan, karena memang keselamatan hidup hanya ada dalam Dia sang Empunya kehidupan itu sendiri.

Amat baiklah kalau kita semakin membiasakan diri untuk mendengarkan suaraNya, dan menikmati kehadiranNya agar kita semakin mengenal Dia dan menikmati keselamatanNya. Ada bersama Yesus berarti ada bersama Allah, dan itulah yang disadari baik oleh Gamaliel dalam menyikapi orang-orang yang percaya kepada Kristus Tuhan. 'Karena itu aku berkata kepadamu: janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah' (Kis 5: 38-39).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ada banyak yang indah yang boleh kami nikmati daripadaMu. Semoga segala pemberianMu  kami makin berani mendekatkan diri padaMu, sebab hanya dalam Dikau kami beroleh keselamatan. Amin.

 

 

Contemplatio

'Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia'. 







Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012