Jumat dalam Pekan Paskah V, 29 April 2016

Kis 15: 22-31  +  Mzm 57  +  Yoh 15: 12-17

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.  Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain'.

 

 

 

Meditatio

'Inilah perintah-Ku',tegas Yesus kepada para muridNya, 'yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'. Sebagaimana Yesus telah mengasihi kita para muridNya, demikian pula hendaknya kita saling mengasihi satu sama lain. Sekali lagi, 'inilah perintah-Ku kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain'. Mengasihi sesama tak ubahnya mengasihi Tuhan Allah sendiri. Mengasihi sesama berarti kita bertindak seperti Tuhan sendiri bertindak kepada kita. Namun kasih yang bagaimana kasih Tuhan kita Yesus Kristus itu? Apakah kasih balas budi sebagaimana dilakukan banyak orang? Kasih yang memandang muka? Kasih yna gtebar pesona?  'Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Inilah kasih Tuhan Yesus Kristus kepada kita semua umatNya. Kasih yang tidak mengada-ada, melainkan kasih yang memberi hidup bagi orang lain; dan memang itulah yang dilakukanNya ketika Dia mempermuliakan Allah Bapa sang Empunya kehidupan, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin, yang semuanya itu ditampakkan secara kasat mata ketika Dia berada di kayu salibNya yang kudus.

'Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu'. Relasi Yesus dengan para muridNya, dengan kita semua, dinaikkan pada tingkat yang lebih tinggi lagi, bukan lagi sebagai guru dan murid, melainkan pada relasi sesama sahabat. Bukan juga sebagai tuan dan hamba, karena memang  'Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku'. Kita sama dengan Yesus Kristus, kalau kita melakukan segala kehendakNya, lagipula segala yang didengarNya dari Bapa disampaikanNya kepada kita. Kita semua ini adalah anak-anak Bapa di surga, yang mana Kristus sendiri adalah Putra sulung Kebangkitan. Kita semua adalah adik-adik Kristus Tuhan.

Semuanya ini bisa terjadi, dan dimungkinkan, karena Yesus Kristus sendiri. Bukan karena jasa dan kebaikan kita manusia, melainkan karena Kristus sendiri. Karena itu, Yesus menambahkan: 'bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'. Semuanya ini bisa terjadi, karena kehendak dan kemauan sang Putra tunggal sendiri. Namun begitu, kasih Kristus itu meminta kita tidak egois dan menutup diri, merasa diri nyaman dan diselamatkan, dan tidak mau tahu terhadap orang lain, malah ingin mendirikan kemah di atas gunung jauh dari keramaian; sebaliknya kita diminta juga berani berbagi terhadap orang lain. 'Aku telah menetapkan kamu, pertama supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'. Inilah kebahagiaan, sebab memang segala janji yang diberikan Yesus itu memang bersifat kekal, tetapi tidak hanya kelak terjadi di akhir jaman kehidupan kita masing-masing, melainkan terjadi sekarang ini. Kebahagiaan ilahi tidak terjadi esok, melainkan sekarang ini. Segala permintaan yang mendapatkan pengabulan daripadaNya membuat hidup ini semakin indah dan nyaman. Kedua,  'Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap'. Segala yang kita nikmati hendaknya juga dapat dinikmati oleh orang lain, malah kita memang harus berani membaginya kepada sesama. Bukankah seperti Yesus telah mengasihi kita, demikian juga kita handaknya mengasihi sesama? Seorang murid Kristus hars berani menjadi sakramen keselamatan bagi sesama.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau mengasihi kami. Engkau menjadikan diri kami seperti Engkau. Buatlah kami juga semakin menyadari agar kami siap berbagi kepada sesama.

Santa Katarina dari Siena, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'.

 

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012