Kamis dalam Pekan Paskah III, 14 April 2016

Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51

 

 

 

Lectio

Para murid melanjutkan perbincangan dengan Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.  Akulah roti hidup.  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

 

 

 


Meditatio

'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku', tegas Yesus. Adakah orang-orang yang tidak ditarik Bapa, sehingga tidak dapat datang kepada Kristus dan beroleh keselamatan? Penegasan Yesus ini sebenarnya hanya hendak mengatakan bahwa keselamatan umat manusia itu adalah keinginan dan kehendak Tuhan, Bapa di surga, yang memang telah menciptakan seluruh umatNya. Allah menghendaki semua orang selamat. Maka Yesus amat menyesalkan orang-orang yang tidak mau percaya Allah dan bertahan pada kedegilan hatinya. Pengalaman seorang sida-sida adalah gambaran dan sekaligus contoh, bahwa dia adalah orang yang ditarik oleh Allah kepada keselamatan. 'Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah' (Kis 8: 37). Itulah kata sida-sida yang telah menerima pengajaran dari Filipus. Allah memanggil sida-sida itu dengan perantaraan Filipus. Maka benarlah penegasan Yesus yang mengutip kitab para nabi bahwasannya 'mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku'.  

'Akulah Roti Hidup', tegas Yesus kepada mereka yang mendengarkanNya.  'Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati'. Roti manna itu hanyalah rejeki yang diberikan kepada Israel yang memang sedang dalam perjalanan keluar dari perbudakan Mesir. Roti itu memang pemberian Allah, tetapi hanya sebatas rejeki daripadaNya.  'Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati'. Roti yang mana itu? 'Akulah Roti Hidup yang telah turun dari sorga', kata Yesus menyatakan siapakah diriNya. Yesus bukan sekedar seorang Guru dari Nazaret. Dia memang tinggal di Nazaret dalam keluarga Maria dan Yusuf. Keluarga Nazaret adalah komunitas di mana Yesus mendapatkan pembelajaran dari keluarga bagaimana hidup sebagaimana manusia apa adanya.  Yesus harus belajar dan belajar bagaimana hidup di tengah-tengah umatNya, karena memang Dia lahir dan bukan dijadikan.

'Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Yesus memberikan tubuhNya menjadi makanan yang menghantar setiap orang menikmati hidup yang kekal. Yesus tidak mengumpamakan diriNya sebagai roti hidup, sebagaimana kita renungkan beberapa hari, melainkan Dia benar-benar Roti yang harus dinikmati oleh setiap orang untuk menikmati keselamatan. Yesus memberikan hidupNya, memberikan diriNya, memberikan tubuhNya menjadi makanan agar setiap orang menikmati hidup kekal.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau yang memilih dan menganugerahkan hidup kekal bagi kami melalui roti yang kami santap dalam setiap Ekaristi. Kiranya semakin menguatkan iman dan bersatu denganMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Akulah Roti Hidup yang telah turun dari sorga',

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012