Kamis dalam Pekan Paskah IV, 21 April 2016


Kis 13: 13-25  +  Mzm 89  +  Yoh 13: 16-20

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berseru kata-Nya: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.  Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.  Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'.

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya'. Dengan penyataanNya ini Yesus hendak menegaskan bahwa memang Allah Bapa itu lebih agung dan mulia daripada diriNya. Yesus hanya malah melakukan segala kehendak Dia yang mengutusNya. Dia yang mengutusNya memang lebih besar daripada yang diutus. Yesus menambahkan juga: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'. Menerima kehadiran para utusanNya, yakni mereka yang mewartakan sabdaNya juga berarti menerima Dia dan Bapa, sang Empunya kehidupan. Sebuah anugerah luhur dan mulia. Kalau menerima kehadiran mereka yang hina dan malang saja diakuiNya sebagai menerima diriNya sendiri, apalagi tentunya orang-orang yang mewartakan sabda dan kehendakNya. Kiranya inilah yang meneguhkan GerejaNya yang kudus, bahwasannya Tradisi, penerusan wahyu Allah secara lisan terus berlangsung mencapai kepenuhannya di akhir jaman nanti, karena Yesus Kristus sendiri hadir dalam diri orang-orang yang diutusNya. Kehadiran Allah dalam GerejaNya meneguhkan karya penghayatan sabda dan kehendak Tuhan. GerejaNya menjadi kudus adanya, karena kehadiranNya sendiri dalam RohNya, Yng diwujudnyatakan dalam Alkitab dan Tradisi.

  Hal kedua, yang hendak disampaikan Yesus ialah tentang kehendak bebas dari setiap umatNya. Kalau Yesus berkata: 'bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih; tetapi haruslah genap nas ini: orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku', itu semua hendak menyatakan bahwa Yesus menaruh hormat tinggi kepada setiap orang dalam menghayati dan menikmati hidupnya. Ketidakpercayaan seseorang kepada diriNya sangat dihormati oleh Yesus. Namun tak dapat disangkal, sebagaimana kemarin kita renungkan bersama, Yesus hanya mengingatkan bahwa sabda yang disampaikanNya itulah yang akan tentunya menjadi hakim bagi setiap orang. Dia datang bukan untuk menghakimi melainkan untuk menyelamatkan, maka kiranya sabdaNya itulah yang akan menuntun setiap orang menikmati sukacita ilahi bersamaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kembali Engkau mengingatkan kami, bahwasannya menikmati kehadiranMu sendiri dalam setiap langkah hidup kami akan mengarahkan perjalanan hidup ini sampai kepada kepenuhan akhir jaman. Buatlah kami setia dalam menikmati kehadiranMu yang menyelamatkan, dan merasakannya secara lebih konkrit dalam pewartaan sabda dan sakramenMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening