Rabu dalam Pekan Paskah II, 6 April 2016


Kis 5: 17-42  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 16-21

 

 

 

Lectio

Yesus melanjutkan pembicaraanNya dengan Nikodemus. KataNya: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'.

 

 


Meditatio

Yesus melanjutkan pembicaraanNya dengan Nikodemus. KataNya: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Penegasan Yesus benar-benar menyatakan makna kasih, yang memberi dan memberi. Tuhan Allah mengasihi umatNya, bukan karena jasa baik kita umatNya, melainkan karena kasihNya sendiri. Kasih keluar dari diriNya, bukan karena orang yang dikasihiNya, melainkan karena kasih itu sendiri yang mau keluar dan memberikan dirinya. Tuhan Allah mau menjadi manusia, karena ingin menyelamatkan umat manusia, bukan karena kebaikan umatNya, malah benar-benar karena kasihNya sendiri.  'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Inilah Kasih. Allah adalah Kasih. 

'Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  Inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'. Tidak mau percaya berarti tidak mau diselamatkan. Tidak mau diselamatkan berarti binasa. Keselamatan hanya datang dari Allah. Hanya Allah yang mampu menyelamatkan. Secara sengaja Dia menegaskan diriNya, ketika Dia datang ke tengah-tengah umatNya, bahwa Akulah Yesus, Allah menyelamatkan.

Paskah adalah peristiwa kasih. Paskah bukanlah peritiwa sedih dan menyedihkan, melainkan peristiwa kasih yang menyelamatkan. Kasih yang menyelamatkan itu diberikanNya melalui peristiwa salib yang membahagiakan, yang memang mau tak mau segenap orang yang mau menikmatinya harus berani memanggul salib kehidupan. Kasih tidak memanjakan hidup seseorang. Kasih tidak membuat orang bermalas-malasan. Kasih menantang setiap orang untuk berani memanggul salib kehidupan. Barangsiapa mau mengikuti Aku, dia harus berani menyangkal diri dan memikul salibnya. Salib membuat orang mandiri sebagaimana kodratnya sendiri yang hidup. Kasih membuat orang hidup; kasih bukannya membuat orang mati. Kasih tidak memanjakan. Kasih itu menghidupkan.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau datang hanya untuk menyelamatkan. Kami ingin beroleh selamat, tetapi kami ini malas untuk berjuang. Ajarilah kami semakin hari semakin berani berjuang dalam hidup keseharian kami. Semangatilah kami selalu. Amin.

 

 

Contemplatio

'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening