Rabu dalam Pekan Paskah IV, 20 April 2016


Kis 12:24 – 13:5  +  Mzm 67  +  Yoh 12: 44-50

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;  dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.  Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.  Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.  Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

 

 

Meditatio

Ada beberapa hal yang disampaikan Yesus dalam pengajarannya hari ini. Pertama, 'barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;  dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku', tegas Yesus. Barangsiapa percaya kepada Kristus dan melihat Dia berarti percaya dan melihat Dia yang mengutus Yesus. Siapakah Dia? Bapa di surga. Mengapa bisa begitu? Karena memang Bapa ada dalam Anak, dan Anak ada dalam Bapa. Maka bersyukurlah orang-orang yang percaya kepada Yesus, karena memang kita tidak meraba-raba lagi Tuhan kita itu bagaimana wujud konkritNya? Siapakah Dia? Memandang Yesus berarti memandang Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. 

Kedua, 'Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan'. Dalam Dia kita akan melihat segala sesuatu dengan indahnya. Kita dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan tegas, yang memungkinkan kita mengenal dan mengetahui segala sesuatu dengan tepat dan benar. Tinggal dalam terang membuat kita untuk terkondisikan selalu melakukan yang baik dan benar, karena memang tidak ada kesempatan bagi kita untuk bersembunyi dan melakukan yang tidak benar. Dalam terang kita dapat menikmati hidup dengan penuh sukacita. 

Ketiga, 'jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman'. Sabda yang mana? Semua sabdaNya tentunya. Bukankah Dia pernah berkata barangsiapa mau mengikuti Aku, dia harus berani memanggul salib, menyangkal diri dan mengikuti Aku? Apakah kita akan menikmati kemuliaan surgawi kalau kita memang menenggelamkan diri dalam kepuasan insani, mencari senang sendiri dan bersikap egois dalam pegaulan sehari-hari? SabdaNya tadi akan menjadi hakim bagi kita dalam mengamini sabdaNya. Mengamini sabda Tuhan berarti percaya dan menerima Dia, dan beleh menikmati sukacita bersamaNya. SabdaNya hendaknya kita amini dalam kata-kata dan perbuatan, 'sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku', tegas Yesus.

Kalau Barnabas terpilih menjadi pewarta sabda dan kehendak Tuhan, yang mana 'setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi' (Kis 13: 5), maka semuanya itu menunjukkan bahwa memang kebutuhan akan sabdaNya benar-benar menjadi kerinduan banyak orang dalam mencari dan mendapatkan  keselamatan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semoga rahmat berkatMu semakin kami nikmati, berkat sabdaMu yang Engkau perdengarkan kepada kami. Engkau memanggil dan memanggil kami dengan belaskasihMu, maka teguhkanlah telingah hati kami untuk mendengarkan sabdaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman'.

 

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012