Sabtu dalam Oktaf Paskah, 2 April 2016


Kis 4: 13-21  +  Mzm 118  +  Mrk 16: 9-15

 

 

 

Lectio

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.  Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

 

 


Meditatio

Injil Markus sepertinya memberitahukan peristiwa kebangkitan secara singkat dan ringkas; malah seperti sebuah laporan singkat, tanpa suatu cerita sedikit pun.  Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Mengapa Yesus memilih Maria Magdalena ketika menyatakan diriNya untuk pertama kali? Mengapa bukan kepada para Rasul? Mengapa bukan pula kepada Maria sang ibu; bukankah Dia telah menyerahkan para murid kepada Maria, ibu yang amat dikasihiNya itu? Padahal tidak ada yang banyak dilakukan Magdalena, perempuan itu terhadap Yesus selama hidupnya. Markus hanya mencatat bahwa dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Yesus tidak memperhitungkan banyaknya kebaikan yang dapat kita persembahkan kepadaNya.

Kedua, perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Ada keberanian dalam diri Maria untuk berbagi, walau tidak mendapatkan sambutan baik dari mereka. Mereka menolaknya, sebab ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Mengapa mereka tidak percaya? Apakah perempuan seperti Maria khususnya sulit mendapatkan kepercayaan dari sesamanya? Apakah para murid meremehkan Maria, sebab bukankah para muridNyalah yag seharusnya mendapatkan kabar sukacita itu?

Ketiga,  Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Mereka pergi ke kota Emaus sepertinya. Sukacita ilahi yang mereka alami itu, mereka bagikan juga kepada para murid lain.  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Sepertinya bukan soal perempuan yang menjadi hambatan mereka percaya, apalagi terhadap Maria Magdalena. Sekali lagi, apa karena mereka merasa diri orang-orang terpilih, sebagai rasul, maka mereka mengabaikan para murid lainnya?  

Akhirnya,  Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Apakah Yesus menampakkan diri kepada kesebelas murid hanya karena ketidakpercayaan mereka? Markus benar-benar menantang para muridNya untuk benar-benar tidak percaya kepada Yesus. Sebab memang jauh-jauh sebelumnya, Dia telah menubuatkan bahwa Anak Manusia memang akan diserahkan kepada imam-imama kepala, lalu didera, disalibkan sampai mati, dan pada hari ketiga akan bangkit dari antara orang mati. Segala sesuatuyang dilakukanNya semata-mata untuk menggenapi segala yag tersurat dalam kitab para nabi dan hukum Taurat. Kepercayaan merekalah yang pada akhirnya menjadi modal bagi mereka untuk berani mewartakan sabda dan kehendak Tuhan yang menyelamatkan. 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'. Bagaimana mungkin mereka dapat mewartakan Injil Kerajaan Allah kalau memang mereka tidak percaya akan kebangkitan, bahwasannya Dia sang Isa Al Masih itu hidup dan ada di tengah-tengah umatNya. Hanya orang yang benar-benar percaya kepada Kristus Tuhan akhirnya akan berani berkata seperti Petrus dan Yohanes: 'silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah; sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar' (Kis 4: 20) dalam menghadapi tantangan dan rintangan kehidupan ini. Hanya orang yang percaya kepada Tuhan dapat menikmati hidup ini dengan seindah-indahnya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami. Sebb hana padaMulah kami percaya. Amin.

 

 

Contemplatio

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening