Sabtu dalam Pekan Paskah II, 9 April 2016


Kis 6: 1-7  +  Mzm 33  +  Yoh 6: 16-21

 

 

 

Lectio

Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu  dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang.  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"  Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

 

 


Meditatio

Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu  dan menyeberang ke Kapernaum. Kenapa mereka malam-malam mau pergi ke Kapernaum? Mengapa tidak esok hari saja? Adakah sesuatu yang mendesak, sehingga malam hari itu mereka harus juga berangkat?  Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Apakah mereka tahu bahwa Yesus akan dating menyusul mereka? Apa Yesus sudah berjanji akan menyusul? Atau sebatas catatan Yohanes sendiri terhadap peristiwa itu?  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Mereka takut, karena melihat Yesus mengatasi hokum alam, hokum ruang dan waktu.  Atau karena mereka hanya memperkirakan Yesus akan datang menyusul mereka dengan menaiki perahu? Siapa yang akan mendayung perahuNya? Sepertinya, Yesus yang belum juga datang mendapatkan mereka hanya sebatas catatan Yohanes yang memang tidak melihat kehadiran Yesus pada saat itu. 'Aku ini, jangan takut!', tegas Yesus yang menguatkan mereka, karena memang mereka melihat dan menikmati kehadiranNya yang di luar kemampuan mereka. Mana mungkin sorang Guru dari Nazaret itu mampu berjalan di permukaan air? 

Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Penegasan Yesus menguatkan mereka. Dia bukanlah seperti yang mereka kuatirkan. Kehadiran Yesus membuat segala-galanya indah adanya: pertama hilangnya gelora dan gelombang yang hendak menjungkir-balikkan perahu mereka, dan kedua mereka segera menikmati tujuan perjalanan mereka. Bersama Yesus segalanya akan terjadi dengan indahnya.

Kalau Yesus yang masih terikat oleh sejarah hidupnya pada waktu itu, yakni karena Dia secara sengaja masuk dan mengikatkan diri dalam ruang dan waktu, masih mampu mengatasi ruang dan waktu, apalagi tentunya pasca kebangkitanNya dari kematian. Kebangkitan Yesus dari alam maut membuat diriNya hidup dalam RohNya yang kudus, yang bebas atas kuasa hukum alam. Yesus yang bangkit dari alam maut semakin menyatakan bahwa Dia mengatasi segala ciptaanNya. Kehadiran Yesus memang membuat hidup kita umatNya semakin indah dan menyenangkan.

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berani membiarkan Engkau tinggal dan hadir selalu dalam diri kami. Dalam kehadiranMu segala-galanya indah adanya. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku ini, jangan takut!'.








Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012