Sabtu dalam Pekan Paskah III, 16 April 2016


Kis 9: 31-42  +  Mzm 116  +  Yoh 6: 60-69

 

 

Lectio

Pada waktu itu sesudah mendengar perintah Yesus untuk makan daging dan minum darahNya banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?  Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.  Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

 

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu sesudah mendengar perintah Yesus untuk makan daging dan minum darahNya banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: 'perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?'. Perkataan Yesus amatlah keras memang, tetapi tentunya akan semakin berat bagi orang-orang yang hendak melakukannya. Sabda Tuhan memang tidak selalu menyenangkan hati umat manusia. Sabda Tuhan tidak membuat orang bertepuk tangan dan bersorak-sorai.  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: 'adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?'. Yesus mengingatkan mereka semua.  'Bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?'. Tentunya kalian kaget dan termangu-mangu. Apakah kita dapat membayangkan mana yang lebih merisaukan para pendengar sabdaNya, apakah soal tubuh dan darahNya atau ketika Dia menampakkan kemuliaanNya?  'Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup'. Inilah yang membuat sabda Yesus, FirmanNya yang kudus itu sulit kita mengerti karena memang Dia tidak berbicara tentang makan dan minum, tentang aneka kebutuhan insani. Yesus berbicara tentang cinta kasih dan keselamatan.

'Ada di antaramu yang tidak percaya', tegas Yesus. 'Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya'. Apakah dengan berkata demikian, Yesus berkata tentang takdir atau destinasi? Apakah semenjak awal Tuhan Allah sudah memastikan bahwa Yudas Iskariot tidak selamat? Tak dapat disangkal, memang Yesus menyesalkan tindakan Yudas yang berkhianat, lebih baik orang seperti itu tidak dilahirkan (Mat 26: 24). Adakah kemungkinan jalan lain sehingga Yudas Iskariot tidak berkhianat? Adakah karya penebusan tanpa Yudas Iskariot? Perkataan Yesus yang tentang roh dan kehidupan itu mulai dari waktu itu membuat banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Mengapa harus mengikuti Yesus kalau memang dia tidak berbicara tentang kehidupan jaman ini? Mengapa mengikuti Yesus, kalau tidak memberi kepuasan hidup insani?

'Apakah kamu tidak mau pergi juga?', tanya Yesus kepada keduabelas muridNya. Apakah mereka berani juga mengambil keputusan yang berlawanan dengan kehendakNya? Adakah terbersit dalam diri Yudas Iskariot bahwa dia hendak meninggalkanNya?  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'. Agresifitas Simon Petrus dalam kehidupan sehari-hari juga diimbangi dengan semangatnya yang menggelora dalam mengikuti Kristus Tuhan. Yesus tidak memberi komentar apa-apa terhadap sikap para muridNya. Dia pasti tahu siapakah Petrus, siapakah Yudas dan para murid lainnya. Apapun yang hendak disampaikan Yesus kepada mereka sepertinya tidak akan menjadi soal, walau memang tetap menantang mereka untuk mengamininya, karena kepercayaan mereka kepada sang Guru. Sabda sang Guru tentunya akan semakin meneguhkan iman kepercayaan mereka.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu adalah kehidupan. Teguhkanlah iman kami kepadaMu, terutama ketika harus memanggul salib kehidupan kami dan tidak menjauh daripadaMu. Sebab hanya di dalam Engkaulah  ada keselamatan. Amin

 

 

Contemplatio

'Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening