Selasa dalam Pekan Paskah III, 12 April 2016


Kis 7: 51-60  +  Mzm 31  +  Yoh 6: 30-35

 

 

 

Lectio

Para murid melanjutkan perbincangan dengan Yesus. Kata mereka: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."  Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

 

 


Meditatio

Para murid melanjutkan perbincangan dengan Yesus. Kata mereka: 'tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga'.  Percaya kepada Yesus? Bagaimana mungkin harus percaya kepadaNya? Apakah yang telah dibuatNya selama ini? Kalau percaya kepadaNya maka kita akan menikmati makanan yang menghantar kita sampai ke hidup yang kekal. Bukankah hanya Tuhan Allah yang dapat memberikan roti, makanan sejati kepada umat manusia, sebagaimana dinikmati oleh bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir?

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia', tegas Yesus. Entah kenapa Yesus mengingatkan dan mengkaitkan pemberian roti itu dengan Musa? Bukankah mereka juga tahu bahwa mereka, para nenek moyang Israel diberi-Nya makan roti dari sorga. Mereka tahu bahwa yang memberi roti itu adalah Tuhan Allah, dan bukannya Musa. Mengapa Yesus menyebut-nyebut nama Musa? Apakah karena orang-orang Israel pada waktu itu mengira bahwa Musalah yang memberikan roti manna itu? Atau karena besarnya kehebatan Musa. Namun sepertinya Yesus hanya menekankan bahwa Roti yang diberikan oleh Bapa itu bersifat abadi dan kekal.

'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa', pinta para murid yang semakin tertarik dengan pemberianNya itu.  Kata Yesus kepada mereka: 'Akulah Roti Hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'. Makan Roti yang diberikan Allah adalah menikmati Yesus Kristus sendiri, karena memang Dialah Roti Hidup yang turun dari surga dan memberi hidup kepada dunia. Menikmati Yesus berarti datang kepadaNya, berjumpa denganNya, dan mendengarkan apa yang disabdakanNya kepada kita, dan bahkan makan bersama-sama dengan Dia sang Empunya kehidupan itu. Percaya kepadaNya tak ubahnya kita minum yang membuat kita tidak dahaga lagi, karena memang daripadaNyalah keluar air kehidupan. Menikmati Roti Hidup memang berarti membiarkan diri tinggal dalam diriNya, membiarkan diri kita ini dikuasai oleh Yesus, sehingga memang kita akan semakin hidup, karena Kristuslah yang hidup di dalam aku.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, dalam setiap Ekaristi kami boleh menyambut TubuhMu sendiri yang memberikan kehidupan dan kekuatan bagi kami. Kiranya kami semakin disadarkan dalam menikmati kehadiranMu itu. Amin

 

 

Contemplatio

'Akulah Roti Hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening