Selasa dalam Pekan Paskah IV, 19 April 2016


Kis 11: 19-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30

 

 

 

Lectio

Pada waktu hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.  Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu'.

 

 

Meditatio

Pada waktu hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.  Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Yesus begitu setia mengikuti perayaan-perayaan Yahudi. Mengapa?  Karena Dia adalah seorang Yahudi tulen, seorang anggota jemaat Israel, yang menjunjung tinggi aneka perayaan keagamaan. Kenapa Yesus berjalan-jalan di serambi Salomo? Apakah hanya sekedar mencari angin? Atau sedang memikirkan seseuatu, maka perlu tempat yang segar dan nyaman? Atau memang intensional mengundang orang datang kepadaNya?  Akhirnya orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya:  'berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami'. Pertanyaan yang berisikan kegelisahan diri akan kehadiran Yesus. Sepertinya ada titik-titik kepercayaan dalam diri mereka, tetapi desakan semak duri yang ada di sekitar hati mereka begitu kuat menghimpit. Tak dapat disangkal memangYesus sendiri  tidak pernah berkata Akulah Yesus. Akulah Kristus. Aku ini Mesias. Semuanya tak pernah diucapkan oleh Yesus. Paling-paling Dia hanya menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia.

'Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya', tegas Yesus menanggapi kegelisahan dan kegalauan hati mereka. Kapan Yesus mengatakannya?  'Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,  tetapi kamu tidak percaya'. Yesus memang tidak banyak berkata-kata siapakah diriNya. Yesus benar-benar bersuara dalam karya pelayananNya kepada orang-orang yang dikasihiNya. Yesus telah menyampaikan dan menyampaikan kebenaran dan tugas perutusanNya, hanya saja 'kamu tidak termasuk domba-domba-Ku', tambah Yesus, sehingga kamu tidak mau mendengarkan suaraKu. Sebaliknya, 'domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku'. Yesus berkata demikian, bukannya Di memilah-milah, melainkan karena mereka tidak menyadari dan tidak mau tahu akan sabda yang diucapkanNya.  Padahal secara nyata  Yesus menampilkan diri sebagai Gembala di hadapan domba-domba.  Yesus langsung menyebut mereka orang-orang yang bertanya kepadaNya bukan sebagai domba-dombaNya, karena ketidakmauan mereka mendengarkan suara dan mengkuti diriNya sebagai Gembala. Justru Domba-domba yang dimilikiNya  begitu mengenal suaraNya, karena sang Gembala mengasihi dan memperhatikan kebutuhan mereka. Gembala adalah sang Pemilik dari kawanan domba yang digembalakanNya. Tidak ada gembala yang menyia-nyiakan kawanan domba yang digembalakannya. Kawanan domba adalah harta yang dimiliki oleh seorang gembala, bahkan kawanan yang dimilikinya itu adalah hidupnya sendiri.

'Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu'.  Rasa memiliki Yesus terhadap domba-domba yang dipercayakan kepadaNya sungguh besar. Yesus menjaga hidup kawanan dombaNya. Dia berjanji mendampingi dan melindunginya. Malahan Yesus memberikan hidup kekal kepada kwanan dombaNya, yakni rngorang yang percaya kepadaNya. Yesus menjanjikan 3 hal bagi yang mendengar dan mengikutiNya, pertama, hidup kekal yaitu kehidupan baru setelah kematian. Seseorang akan mendapatkan kebangkitan jiwa raga yang mengawali hidup baru bersama Allah, dan hidup sama seperti Yesus setelah kebangkitanNya dari alam maut. Dia tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu. Kedua, seseorang tidak mengalami kebinasaan, kematian bukanlah akhir dari segalanya tetapi awal dari kehidupan baru dalam kemuliaan Allah. Ketiga, tidak ada yang dapat merebutnya dari tangan Yesus yamg mahakudus. Yesus sebagai Gembala menjaga dan memelihara domba-dombaNya.

'BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu'. Kalua mereka saja yang telah diserahkan kepada Yesus tidak ada mampu merebutnya, apalagi merebutnya dari tangan Bapa. Namun semuanya itu menunjukkan bahwa yang dikerjakan Anak Manusia itu sama dengan yang dilakukan Bapa, sebab memang Aku dan Bapa adalah satu, karena Yesus adalah Allah sendiri. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya, dan malah menggemabla orang-orang yang percaya kepadaNya. Dia sendiri yang memilih domba-dombaNya, memelihara dan keselamatan domba itu ada dalam tanganNya. Benarlah yang tersurat dalam kitab Wahyu 'Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan' (Why 7:17).

Lalu bagaimana dengan kita bersama, yang memang sudah menjadi kawananNya yang kudus, yang memang semenjak abad pertama dikenal sebagai orang-orang Kristen? (Kis 11: 26). Tentunya hendaknya kita berani mendengarkan suaraNya. Kawanan domba yang menyenangkan hati sang Gembala adalah domba-domba yang berani mendengarkan suaraNya, dan mengikuti ke mana Dia mengajak kita. Gembala pasti tidak akan mempersulit hidup kita kawananNya. Sang Gembala tidak akan mencelakakan domba-dombaNya, malah akan membawa ke padang rumput yang hijau. Padang hijau bukanlah sebuah tempat yang membuat kita makan minum tiada henti, sebab Tuhan yang memberi. Pada rumput adalah Kerajaan Surga yang menjadi kerinduan hati setiap orang yang merindukan keselamatan.

 

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semoga rahmat berkatMu semakin kami nikmati, karena kami memang kawanan domba pilihanMu. Engkau memanggil dan memanggil kami dengan belaskasihMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening