Hari Raya Tritunggal Tuhan yang Mahaesa, 5 Mei 2016

Ams 8: 22-33  +  Rom 5: 1-5  +  Yoh 16: 12-15

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus menegaskan juga, kata-Nya: 'masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku'.

 

 

 

Meditatio

'Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya'. Penegasan Yesus ini hendak menyatakan, bahwa pewahyuan Allah belumlah selesai dengan kedatanganNya di tengah-tengah umatNya; walau tak dapat disangkal, seluruh pewahyuan Allah telah mencapai puncaknya dalam diri Yesus Kristus, karena memang Dia adalah Allah sendiri yang datang dalam diri manusia. Pewahyuan dan penyertaan Allah akan terus berlangsung, karena kasihNya menyertai setiap orang tanpa terkecuali sampai akhir jaman. Pewahyuan Allah terus berlangsung sampai akhir jaman, bahkan Dia akan datang lagi untuk kedua kalinya dengan membawa mahkota keselamatan.

'Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang'. Roh Kebenaran yakni Roh Kudus sendiri akan melanjutkan karya penyelamatan Allah. Dia akan bersaksi tentang Yesus, tentang Allah, karena kehadiran Roh Kudus adalah kehadiran Allah sendiri.  'Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku'. Kehadiran Yesus Kristus selama ini, yakni selama Dia hidup dalam kasih keluarga Nazaret, yang memang mau mengikatkan diri dalam ruang dan waktu, kini Dia perbaharui, dan akan selalu hadir dalam RohNya sendiri yang kudus. Kehadiran Roh Kudus adalah kehadiran Kristus sendiri. Pewahyuan diri Allah akan terus dilanjutkan dalam kehadiran RohNya yang kudus, yang dikonkritkan dalam Tradisi dan Kitab Suci, yang semuanya akan selalu berpusat pada kehendak Allah sendiri yang menyelamatkan. Segala bentuk pewartaan yang berlawanan dan menentang Allah tentunya bukanlah kelanjutan dari pewahyuan kasih Allah, karena memang pewahyuan kasih Allah selalu bersumber pada Allah, dalam kasih dan kehadiranNya, dan berujung pada keselamatan seluruh umat Allah.

'Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya', sebab memang Aku ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Aku, Aku dan Bapa adalah Satu (Yoh 14: 10). 'Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa' (Yoh 15: 26), karena memang Dia adalah Roh Allah, Roh Kristus sendiri, yang 'akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku'.  Semuanya memang bisa terjadi karena memang Allah itu Esa, yang dapat dinikmati benar-benar dalam kehadiranNya yang menyelamatkan. Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah kehadiran Allah atau penyataan diri yang benar-benar dapat dinikmati oleh setiap umatNya yang kudus.

Amsal dalam permenungan tentang ciptaan (8: 22-31) menyatakan bahwa segala sesuatu itu tercipta dalam namaNya yang kudus.  'TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.  Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada'. Amsal inilah yang sama juga direnungkan oleh Yohanes dalam InjilNya yang memang segala sesuatu tercipta dalam Dia dan oleh Dia. 'Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan' (Yoh 1: 1-3).

Apa yang dapat kita buat? Tentunya mari kita semakin mengimani kehadiranNya yang menyelamatkan itu; walau tak dapat disangkal bila kita berani menikmatiNya, kita akan menghadapi aneka tantangan, bahkan derita dan salib. Itulah yang dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma: 'kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Kita malah mampu bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita' (Rom 5: 1-5).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkan iman kami kepadaMu dalam menghadapi salib kehidupan ini, karena dalam penderitaan membuat kami bertekun dan tahan uji, serta berpengharapan kepadaMu. Sebab hanya dalam kasihMu kami memperoleh keselamatan. Amin

 

 

Contemplatio

'Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening