Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 22 Mei 2016


Kej 14: 18-21  +  1Kor 11: 23-26  +  Luk 9: 11-17

 

 

 

Lectio

Suatu hari menerima banyak orang yang datang kepadaNya, dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.  Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini." Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok." Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

 

 

Meditatio

Suatu hari menerima banyak orang yang datang kepadaNya, dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan. Yesus yang diutus mewartakan Injil Kerajaan Allah oleh Bapa mewujudkannya dalam pengajaran yang diberikan kepada mereka yang datang mendengarkanNya; bahkan Dia juga menyembuhkan banyak orang, sebab memang Dia datang juga untuk membebaskan setiap orang yang terbelenggu oleh kuasa sakit dan dosa.  Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: 'suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi'. Para murid berkata demikian, karena sepertinya sang Guru, demikian mereka yang datang tidak lagi memperhitungkan waktu dan tempat di mana mereka berada. Mereka semua sibuk mendengarkan pengajaran sang Guru. Pemberitahuan para murid juga amat wajar, karena mereka tidak mengundang semua orang datang padaNya. Mungkin kalau mereka yang mengundang pasti mereka juga memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi, seperti pengajaran yang sampai hari yang mulai gelap. Situasi saat itu tidaklah seperti sekarang ini yang mudah untuk mendapatkan aneka makanan di mana-mana.

Mendengar permintaan mereka,  Yesus berkata kepada mereka: 'kamu harus memberi mereka makan!'. Para murid harus memberi mereka semua makan? Tanpa adanya persiapan apa-apa?  Mereka dengan lurus juga menjawabNya: 'yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini'. Apalah arti lima roti dan dua ekor ikan? Kalau pun mereka pergi membeli makanan, di mana mereka akan membeli? Bisakah dalam waktu cepat, semuanya akan tersedia? Padahal mereka memperkirakan: di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Para murid sepertinya mampu mempersiapkan semuanya itu.

'Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok', tegas Yesus. Yesus tahu akan segala yang hendak dilakukanNya. Yesus bukan saja hendak mengatasi kelemahan dan keterbatasan para murid yang dibuatNya tidak mengerti dengan meminta mereka yang harus mempersiapkan makanan untuk orang sebanyak itu. Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Para murid sepertinya juga tahu yang hendak diperbuat sang Guru. Mereka tidak berkomentar dan meminta semua orang duduk secara berkelompok.

Setelah Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Bagaimana detailnya peristiwa itu tidak dikatakan dalam Injil ini. Namun tak dapat disangkal, roti yang hanya berjumlah lima biji dan dua ekor ikan itu telah menjadi jumlah yang tak terkatakan. Dia mempergandakan roti dan ikan sebagaimana kebutuhan orang-orang yang diajakNya makan. Para murid pun ikut serta membagi dan memberi makan kepada orang yang berjumlah sekitar limaribu itu. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

Kalau dalam pergandaan roti ini Yesus membuat banyak orang kenyang, sebaliknya dalam perayaan Ekaristi kita semakin dibuatNya ambil bagian dalam kematianNya yang menyelamatkan. Itulah yang dikatakan Paulus dalam bacaan hari ini:  'setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang' (1Kor 11: 26), dan malahan 'jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya' (Rom 6: 5). Inilah keunggulan sakramen Ekaristi dibanding dengan pergandaan roti sebagaimana dilakukan Yesus dalam Injil hari ini. Ekaristi memang semakin menyatukan kita sebagai umatNya, tetapi terlebih keselamatan abadi, dan tidak memberi rasa kenyang yang sampai sisa-sisa akan dikumpulkan itu sebanyak dua belas bakul.

'Kamu harus memberi mereka makan!'. Kata-kata Yesus ini juga kita amini dalam perayaan Ekaristi yang kita rayakan bersama-sama sebagai umat beriman. Keterlibatan kita secara aktif dalam perayaan Ekaristi berarti kita melaksankan sabda dan kehendak Tuhan untuk memberi makan kepada orang, kepada sesama yang memang kita sedang berkumpul di satu tempat untuk mendengarkan sabdaNya. Kita rasakan bahwa di saat persembahan roti anggur, kita juga membawa persembahan roti dan ikan yang kita miliki, kita mempersembahkan segala yang kita miliki, agar kita dapat membantu banyak orang dalam menikmati keselamatan. Kita amini aneka doa presidential di saat Doa Syukur Agung, karena pada saat itulah Yesus sendiri berdoa kepada Bapa untuk keselamatan umatNya. Dan ketika komuni dibagikan, kita pun merasa bahwa pada waktu itu selain kita menerima Tubuh dan darahNya, kita juga membagikannya terhadap sesame, karena memang kita diundang untuk memberi makan. Keterlibatan kita secara aktif dalam Ekaristi kudus berarti kita mengamni sabda dan kehendakNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu belajar dari para murid yang berani menaati perintahMu, bahwa Engkau senantiasa mendampingi dan tidak pernah membiarkan kami sendirian dalam menghadapi pergumulan hidup ini. Amin

 

 

Contemplatio

'Kamu harus memberi mereka makan!'.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening