Jumat dalam Pekan Paskah VII, 13 Mei 2016


Kis 25 : 13-21  +  Mzm 103  +  Yoh 21 : 15-16

 

 

 

Lectio

Suatu hari sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."  Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

 

 

 

 

Meditatio

Sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: 'apakah engkau mengasihi Aku?'. Mengapa Yesus bertanya dan bertanya begitu kepada Simon Petrus? Apakah Yesus mengetahui benar siapakah murid yang dipilihNya ini? Apakah Dia mengetahui sebelumnya bahwa Petrus memang akan menyangkal sampai tiga kali kepada diriNya? Apakah Yesus memang benar-benar ingin mengklarifikasi dan memurnikan iman muridNya yang satu ini? Akhirnya,  Simon berkata kepada-Nya: 'Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau'. 'Gembalakanlah domba-domba-Ku', sahut Yesus kepada Simon. Simon Petrus diminta untuk menggembalakan kawanan domba sang Guru. Mengapa hanya Petrus yang diminta? Mengapa tidak diucapkanNya kepada semua murid? Yesus tidaklah memberi tugas pribadi kepada Simon Petrus. Yesus menyampaikan tugas perutusanNya itu kepada semua murid, bahkan untuk mewartakan sabda dan kehendakNya sampai ke ujung bumi. Simon Petrus menjadi perhatian istimewa, karena memang dialah seorang yang dipercayaiNya untuk menggantikan kepemimpinan yang dilakukan sekarang ini. Simon Petrus sepertinya sudah dianggap sebagai yang pertama kelak bila Dia tidak ada lagi bersama para muridNya.

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus,  'sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki'. Apakah Yesus berbicara tentang sindrom power  yang akan dimiliki oleh seseorang bila dia memang begitu tenggelam dalam  kekuasaan yang dimiliki selama masih muda? Apakah itu juga terjadi pada orang-orang yang benar-benar melayani, dan bukannya menguasai, dalam hidupnya? Apakah dengan penyataanNya ini Yesus memang hendak menegaskan makna pelayanan dalam hidup setiap orang? Pelayanan hendaknya benar-benar berdasar pada kasih sebagaimana yang dilakukan Yesus Kristus. Dia memang datang untuk melayani, dan bukan dilayani, bahkan menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.  Hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Melayani Yesus memang tidak mendapatkan apa-apa, karena memang dia hanya bisa memberi dan memberi. Itulah kasih yang memberi.

Pelayanan terhadap kawanan domba memang menuntut perhatian sungguh dan disertai kerelaan jiwa. Kamu akan mengulurkan tangan kepada orang lain menandakan keberanian seseorang untuk meletakkan kuasa kepimpinan bila memang diri sudah dimakan usia dan tak mampu melakukan segala sesuatu dengan baik adanya. Keberanian seperti ini mengandaikan bahwa seseorang telah melakukan segala sesuatu dengan keikhlasan jiwa, dan segala sesuatu yang telah dilakukannya itu sebagai wujud keikutsertaan akan karya Allah, karya Roh Kudus dalam pengembangan Gereja. Keberanian seseorang untuk  mengulurkan tangannya adalah tanda keikhlasan jiwa bahwa karya akan dilanjutkan oleh orang-orang muda yang lebih berkompeten dalam bidangnya. Semuanya adalah kelanjutan karya Roh Allah sendiri sampai akhir jaman.

'Ikutlah Aku', kata Yesus. Yesus tidak meminta para muridNya gelisah dan kuatir tentang hidupnya. Yesus meminta para muridNya tidak menyesal dengan keterangan yang disampaikanNya kepada Petrus. Yesus tetap memanggil Petrus dan setiap orang yang percaya kepadaNya untuk tetap setia mengikutiNya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar tetap setia dalam mengikuti Engkau. Dikuatkan ketika menghadapi pelbagai tantangan, karena kami percaya Engkau yang memilih dan menyertai kami. Amin

 

 

Contemplatio

"Apakah engkau mengasihi Aku?"

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012