Kamis dalam Pekan Paskah VI, 6 Mei 2016

Kis 18: 9-18  +  Mzm 47  +  Yoh 16: 20-23

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada para muridNya: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.  Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.  Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku".

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada para muridNya: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira'. Para murid merasa sedih, karena mereka akan ditinggalkan oleh sang Guru, yang memang sekarang mereka sudah tahu siapakah Guru mereka itu sebenarnya. Dia bergembira, karena merasa mereka akan mampu menguasai kembali para murid. Dalam hidup ini memang ada sukacita dan ada dukacita. 'Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita'. Namun tak dapat disangkal, kepahitan akan mereka alami. Pikiran mereka akan dijungkirbalikan. Mereka akan mengalami peristiwa pahit yang tidak mereka harapkan. Mereka semua akan masuk dalam taman Getsemani kehidupan yang sesungguhnya. Seperti  'seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.  Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu'. Peristiwa kebangkitan akan menjawab kerinduan mereka semua. Habis gelap terbitlah terang, itulah yang akan dialami para murid. Kebangkitan Kristus membawa sukacita. Semua orang yang percaya kepadaNya beroleh keselamatan. Dia tidak memperhitungkan segala kelemahan dan keterbatasan diri mereka. Namun hanya percaya kepadaNya, dan berani menikmati rahmat kebangkitan, mereka semua orang akan beroleh keselamatan.

'Pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku', karena mereka semua akan tahu bahwa Dialah Allah yang menyelamatkan. Dia Yesus, sebagaimana arti nama itu sendiri Allah menyelamatkan. Sukacita mereka tampak nyata dan mereka ungkapkan ketika Yesus terangkat ke surga; mereka tidak bersedih, mereka tidak gelisah, karena memang mereka tahu benar siapakah Guru yang mereka percayai itu. Dia memang telah wafat dan bangkit, malah berkat kematian dan kebangkitanNya semua orang boleh menikmati kemuliaan surgawi. Semua orang diberi kesempatan naik ke surga, karena kematian dan kebangkitanNya. Kepercayaan kepada Kristus, iman kepercayaan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan memungkinkan setiap orang menikmati kemuliaan surgawi.

  

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau dari semula mengingatkan habis gelap terbitlah terang. Kenyataan Getsemani telah dialami oleh para murid, demikian juga kami semua. Ajarilah kami menjadi orang-orang yang setia sampai akhir hidup guna menikmati kemuliaan surgawi bersamaMu.

Ya Roh Kudus, urapilah kami dengan kuat kuasaMu. Amin.

 

 

Contemplatio

'Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita'.

 

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012