Rabu dalam Pekan Paskah VII, 11 Mei 2016


Kis 20 : 28-38  +  Mzm 68  +  Yoh 17 : 11-19

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus menengadah ke langit dan berkata: 'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.  Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.  Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.

 

 

 

 

Meditatio

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita', doa Yesus kepada Bapa di surga. Nama yang mana? Nama Yesus itu sendiri. Dengan menguduskan dalam namaNya berarti memasukkan setiap orang dalam realitas keselamatan. Bukankah Yesus itu sendiri artinya Allah menyelamatkan? Semua orang bersatu padu sebagai umatNya bila merindukan keselamatan yang dilimpahkan Tuhan kepada mereka, kepada kita semua.  'Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci'. Yesus menghendaki semua orang selamat, karena memang Dia datang ke dunia pun bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan. Siapakah dia yang ditentukan tidak selamat? Apakah Yudas Iskariot? Mengapa Yesus tidak mau menyebut namanya? Yudas memang tidak ditentukan dari semula, sebab dia seorang rasul yang dipilih Yesus. Dia diutus mewartakan Injil. Dia ambil bagian dalam perjamuan malam. Dia mendapatkan pembasuhan dari sang Guru. Dia mendapatkan segala yang indah dan baik, tetapi tak dapat disangkal kecenderungan insaninya tak mampu dikendalikan dalam tugas perutusan yang diterimanya. Dia sering mencuri uang, bahkan dia membiarkan kuasa kegelapan masuk dalam dirinya setelah dia menerima roti yang diberikan Yesus sendiri (Yoh 13). Yesus sendiri amat menyesalkan tindakannya, lebih baik kalau dia tidak dilahirkan.

'Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia'. Karena firmanNya, setiap orang yang percaya kepadaNya menjadi anak-anak Bapa di surga. Mereka menjadi orang-orang yang menerima diriNya, dan bukan menolaknya, sebagaimana pernah dikatakan Yohanes dalam Injilnya (bab 1). Mereka menjadi orang-orang yang bukan berasal dari dunia.  Mereka telah dikuduskanNya, maka tentunya akan bertentangan dengan mereka yang  semenjak semula menolak Dia, sang Kehidupan.  'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia'. Yesus tidak akan menarik mereka, karena memang belum waktunya. Segala-galanya ada waktunya. Dia akan menarik semua orang ketika Dia ditinggikan oleh Bapa.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'. Mendengarkan sabda Tuhan berarti membiarkan Allah menguduskan diri kita umatNya. Sebab memang sabda Tuhan itu adalah amanat, perintah dan kehendak Tuhan Allah sendiri. Yesus sendiri telah memberi contoh yakni dengan mendengarkan dan mentaati sabda dan kehendak Bapa. Semua dilakukan Yesus, karena tugas perutusanNya adalah menyelamatkan umat manusia, menarik kembali orang-orang yang telah jatuh dalam lumpur dosa bersama Adam dan mendudukkannya kembali dalam firdaus abadi yang membahagiakan.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau sendiri yang memilih dan menghendaki kami mendapatkan keselamatan. Teguhkanlah kami, agar tekun menaati dan mendengarkan sabdaMu, seperti Engkaupun taat kepada Bapa. Agar kamipun mampu melakukan tugas perutusan kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

' Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening