Selasa dalam Pekan Biasa VIII, 24 Mei 2016

1Pet 1: 10-16  +  Mzm 98  +  Mrk 10: 28-31

 

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

 

Meditatio

Suatu hari berkatalah Petrus kepada Yesus: 'kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!'. Simon Petrus sepertinya melanjutkan persoalan tentang adanya orang yang begitu terikat dengan kekayaan yang dimilikinya. Bagaimana dengan  mereka para murid, yang memang sudah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti sang Guru? Mengikut sang Guru berarti meninggalkan segala yang dimilikinya. 'Aku berkata kepadamu',tegas Yesus kepada para muridNya, 'sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal'. Mengikuti Yesus dengan meninggalkan segala-galanya akan mendapatkan kelimpahan upah yang begitu luar biasa. Kelimpahan kasih Tuhan dikatakan sebagai seratus kali lipat dari segala yang kita tinggalkan; dan lebih lagi, seseorang akan mendapatkan jaminan hidup kekal di akhir jaman. Namun, kiranya tetap harus diingat, keberanian meningalkan segala-galanya bukanlah hal yang mudah seperti membalik tangan atau seperti orang yang tidak bertanggunjawab terhadap keluarganya. Minimal dia akan menghadapi perlawanan dari diri sendiri, yakni bagaimana seseorang berani mengendalikan diri dan tidak mengumbar kepuasan diri, dan barulah penganiayaan dari luar. Dari luar pun, tak jarang juga berasal dari keluarga dan handai taulan, orang-orang terdekat dalam pergaulan sehari-hari. Musuh dan lawan kita itu memang bukan datang dari jauh di sana, melainkan mereka yang ada di sekitar kita, bahkan yang makan satu meja dengan kita.

'Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Sabda Tuhan memang aat menjanjikan, tetapi semua yang kita lakukan kiranya tetap harus dijiwai dengan kerendahan hati dan sukarela, tanpa pamrih. Kita teah mengikuti Dia pun, tak mampu memaksa Dia untuk berbuat baik kepada kita. PialaKu memang akan kamu minum, tetapi duduk di sebelah kanan atau kiriKu, Aku tak berhak memberikannya.

Petrus pun sempat menasehati kita semua: 'hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu'. Anak-anak yang taat adalah mereka yang mentaati kehendak Bapa dan bukannya kemauan diri. Kesetiaan dalam mengamini sabda dan kehendakNya akan mah menguduskan diri kita. 'Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: kuduslah kamu, sebab Aku kudus' (1Pet 1: 5-10).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengajak kami untuk mengikuti Engkau, bahkan Engkau akan melimpahkan kasihMu yang meluap bagi setiap orang yang berani mengikutiMu. Ajarilah kami menjadi orang-orag yag setia menjadi para muridMu, terlebih dalam merindukan keselamatan kekal yang Engkau janjikan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening