Selasa dalam Pekan Paskah VII, 10 Mei 2016


Kis 20 : 17-27  +  Mzm 68  +  Yoh 17 : 1-11

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.  Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.  Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.  Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu'.

 

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus menengadah ke langit dan berkata: 'Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau'. Doa ini disampaikan Yesus sebelum Dia tergantung di kayu salib. Sebab memang pada waktu Dia menyerahkan nyawaNya di salib, pada saat itulah Dia mempermuliakan Allah Bapa yang mengutusNya, dan sekaligus Allah mempermuliakan diriNya yang hanya melakukan segala kehendak Bapa. Namun tak dapat disangkal Yesus mempermuliakan Bapa, bukan hanya ketika Dia ditinggikan di salib, tetapi juga dalam setiap karya pelayananNya yang memang hanya untuk melakukan kehendak Bapa di surga. Tepatlah, kalau Yesus juga menyatakan: 'Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada'. Pemuliaan Bapa di surga mencapai puncaknya ketika Yesus ditinggikan di kayu salib.

'Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya'. Yesus mau berbagi dengan umat manusia. Mengapa? Karena seluruh umat manusia adalah milikNya sendiri. Manusia diciptakan sesuai dengan gambarNya, bahkan telah diangkat menjadi putera-puteri Bapa, maka layaklah kalau Yesus mau membagikan semua yang dimilikinya dengan saudara dan saudariNya sendiri. Yesus mempunyai hati terhadap saudara dan saudariNya.

'Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus', tegas Yesus. Mengenal sang Empunya kehidupan berarti mendapatkan jaminan keselamatan. Bagaimana seseorang tidak mendapatkan kehidupan kekal bila dia memang mengenal akrab dengan sang Pemilik kehidupan ini sendiri. Namun kiranya semuanya itu,  bukanlah jasa dan kebaikan kita manusia, melainkan karena kemauan Allah sendiri yang menyatakan diri kepada kita umatNya. Allah memperkenalkan dan menyatakan diriNya kepada umat manusia, dan kita umat beriman menanggapiNya dengan sepenuh hati. Itulah yang dikatakan Yesus sendiri: 'Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.  Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku'.

'Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu'. Kepergian Yesus yang naik ke surga, bukanlah pelepasan diriNya dari orang-orang yang dikasihiNya, malah sebaliknya, Dia selalu berdoa dan berdoa bagi mereka agar mereka dapat menikmati hidup di dunia ini tetap dengan baik dan indahnya, tetapi tidak sampai menjadi dunia. Yesus tidak meninggalkan kita umatNya, karena Dia mendoakan kita, dan bahkan mengutus RohNya yang kudus untuk mendampingi dan menyertai kita. Kalau pun tokh Dia terangkat ke surga, semuanya dilakukan hanya untuk mempersiapkan tempat bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, karena memang Dia menghendaki agar di mana Dia berada kita pun berada bersamaNya.

'Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.  Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ  selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah' (Kis 20: 21-23). Inilah kesaksian seorang Paulus, yang berani menghadapi segala persoalan hidup. Ini tanda orang yang sungguh-sungguh menghidupi kuasa Roh Kudus, yakni kalau dia benar-benar berani menghadapi aneka tantangan hidup, dan bukannya dengan pamer adanya anugerah yang dimilikinya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami untuk semakin dekat dan mengenal Engkau yang Empunya kehidupan dan menikmati hidup kekal bersamaMu. Kuasai kami dengan daya RohMu, sehingga berani dan kuat dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening