Senin dalam Pekan Biasa IX, 30 Mei 2016

2Pet 1: 1-7  +  Mzm 91  +  Mrk 12: 1-12

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.  Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.  Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.  Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.  Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.  Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.  Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.  Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."

Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

 

 

Meditatio

'Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya', kata Yesus dalam pengajaran yang disampaikanNya dalam perumpamaan.  'Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ke negeri mana?  Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.  Berapa prosentase perjanjian mereka? Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.  Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.  Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Kenapa mereka bertindak demikian?  Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: anakku akan mereka segani.  Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Ternyata, inilah motivasi mengapa mereka menyiksa dan membunuh para utusan sang pemilik kebun anggur; mereka ingin memiliki kebun anggur, mereka rakus dan serakah. Mereka membunuh banyak orang, dan bahkan anak dari sang pemilik itu sendiri. 

'Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu?', kata Yesus menantang mereka semua untuk berani berfikir kritis.  'Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain', tegas Yesus. Sang pemilik kebun anggur tentunya akan bertindak tegas terhadap para penggarap. Para penggarap memang sepertinya adalah orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan tak bertanggungjawab.  'Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita'. Inilah pengajran Yesus. Semuanya akan dilakukan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini, yang hadir sendiri di tengah umatNya, yang ditolak dan dilawan oleh orang-orang yang dikasihiNya.

Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Mereka, orang-orang Farisi, para ahli Taurat dan kaum tua-tua memang tak ubahnya para penggarap kebun anggur. Mereka adalah orang-orang pilihan, bahkan sebagian mereka telah duduk dalam kursi Musa. Mereka orang-orang terpilih tetapi mereka menolak sang Kristus Penyelamat. Sungguh benarlah, dan memang harus kita amini sabda Tuhan sendiri: 'Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya' (Yoh 1: 1011). Ketidak-mauan menerima sang Penyelamat menjauhkan mereka dari keselamatan, dan malahan tak segan-segan 'Yesus akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain'.  Kaum Farisi dan para ahli Taurat tahu siapakah diri mereka, maka ketika Yesus mengingatkan, mereka merasa terpukul, dan hendak melawan dan meniadakan Yesus. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

Kita bukanlah kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kita adalah orang-orang yang menerima Yesus Tuhan, karena kita percaya kepadaNya dan kita merindukan keselamatan abadi. 'Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya' (Yoh 1: 12). Berkat iman kepercayaan kita kepadaNya, kita menerima banyak hal yang indah. 'Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib' (2Pet 1:  2-7).

Selanjutnya apa yang harus kita lakukan? Petrus pun mengajak kita:  'hendaknya kamu  dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,  dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang'.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang tahu berterima kasih, yakni dengan mengikuti permintaan dan perjanjian yang telah Engkau buat dengan kami. Kita memang telah berjanji, bahkan Engkau materaikan dengan darahMu sendiri; maka teguhkanlah hati kami untuk selalu mentaatinya, dan bukannya seperti para penggarap kebun anggur. Amin.

 

 

Contemplatio

 'Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain'.   

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012