Senin dalam Pekan Paskah VII, 9 Mei 2016


Kis 19 : 1-8  +  Mzm 68  +  Yoh 16 : 29-33

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah murid-murid kepada Yesus: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.  Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."  Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang?  Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

 

 

 

Meditatio

'Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.  Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah'. Inilah penegasan para murid kepada Yeus sang Guru. Sejauhmana iman kepercayaan mereka kepada Yesus, Anak Manusia? Apakah kepercayaan mereka sama besar hebatnya setelah kebangkitan Kristus Tuhan? Namun tak dapat disangkal, mereka percaya dan percaya kepada Kristus yang adalah Utusan Bapa di surge; walau mungkin aspek-aspek insani masih melekat juga dalam diri mereka. Itu wajar kiranya. 

Jawab Yesus kepada mereka: 'percayakah kamu sekarang?  Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri'. Yesus mengklarifikasi iman mereka. Mereka memang telah percaya kepadaNya, tetapi kecenderungan insani masing-masing sering menguasai mereka. Namun tugas perutusan Yesus tidaklah bergantung pada banyaknya orang yang percaya kepadaNya atau tidak. Karya perutusan Kristus tidaklah bergantung pada kemampuan umatNya. Bukannya Yesus takut mereka nanti menuntut balas, karena merasa telah berjasa, tetapi semata-mata karya penyelamatanNya berlandaskan pada kasih Allah sendiri. Allah adalah Kasih. Yesus tidak kuatir kalau mereka meninggalkan diriNya, karena memang 'Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku'. 

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku', tegas Yesus. Kepercayaan kepada Anak Manusia mendatangkan rahmat dan berkatNya. Kepercayaan kepadaNya memberikan damai sejahtera, yang memang berbeda dengan damai yang diberikan dunia, yang sementara dan fana itu. Kepercayan yang sama itu juga akan sekaligus memberi bekal kepada mereka dalam menikmati dunia ini. Sebab memang 'dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia'. Karena itu, barangsiapa bertahan sampai akhir akan beroleh selamat (Mat 10). Kepercayaan tidak akan membebaskan mereka dari aneka hokum alam. Kepercayaan tetap membuat mereka terikat pada ruang dan waktu, yang memang benar-benar membatasi gerak setiap orang.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau menyatukan kami sebagai umatMu. Engkau menjaga dan melindungi kami. Buatlah kami menjadi orang-orang yang mengandalkan iman kepercayaan dalam hidup ini, bukan dengan menggampangkan segala problem kehidupan, sebaliknya menanggapi segala persoalan ini dalam terang Roh Kudus dan iman kepercayaan kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku'.

 

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012