Jumat dalam Pekan Biasa XIII, 1 Juli 2016


Am 8: 4-12  +  Mzm 119  +  Mat 9: 9-13

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Kemungkinan besar Matius adalah seorang pemungut cukai. Beranikah seorang Bertimeus duduk-duduk di tempat itu? Atau mungkin Simon, ahli Taurat yang pernah mengundang Yesus makan di rumahnya itu duduk-duduk di rumah cukai?  Lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku'. Mengapa Yesus memanggil Matius? Mengapa malahan orang lumpuh yang disembuhkan kemarin tidak diajakNya? Inilah kehendak dan kemauan Yesus.  Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Matius tidak bertanya-tanya siapakah Engkau. Mau Engkau ajak ke mana? Matius juga tidak meminta upah berapa mengikutiNya, sebab bukankah dia sekarang ini termasuk orang yang mempunyai banyak harta?  Matius ini beda sungguh sepertinya dengan orang kaya yang ingin masuk Kerajaan Surga tetapi berat dengan harta yang dimilikinya? (Mark 10)

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Teman orang berdosa adalah kaum berdosa. Itulah yang dilakukan oleh Matius. Dia mengundang teman-temannya yang kena cap kaum pendosa. Kalaupun mereka mengundang para ahli Taurat pasti undangan itu akan ditolaknya mentah-mentah. Sebab bukankah kita tidak boleh duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm 1: 1). Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: 'mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Mereka merasa gerah, karena memang Yesus melakukan tindakan yang tidak lazim. Yesus melakukan yang di luar norma-norma keadilan. Bukankah orang berdosa harus dihukum, dan bukannya mendapatkan sapaan dan senyuman yang seakan-akan meneguhkan apa yang telah mereka lakukan?

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit', tegas Yesus. Inilah kebenaran yang disampaikan Yesus kepada kita semua. 'Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Belaskasih Allah mengatasi segala-galanya. BelaskasihNya melampaui batas-batas keadilan yang memang harus tetap dipertahankan. Sebab memang setiap orang yang bersalah memang harus dihukum dan berani mempertanggung jawabkan segala perbuatannya. Namun begitu kasih Allah membuka peluang kepada setiap orang untuk datang bertobat dan menikmati keselamatan. Yesus datang, bukannya menanti datangnya orang-orang bertobat, melainkan secara proaktif Dia memanggil dan memanggil setiap orang untuk menikmati kasihNya yang menyelamatkan. Kasih Allah mengatasi betapapun besar dosa dan kesalahan umat manusia. Sebab memang Dia Maharahim.

Orang miskin dan melarat, demikian orang-orang berdosa dan tersingkir selalu mendapatkan perhatian Tuhan Allah. Demikian juga tentunya, sabda Tuhan yang dinubuatkan nabi Amos (8: 9-10): 'pada hari itu akan terjadi Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.  Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih', yang disabdakanNya karena orang-orang Israel menindas kaum miskin, demikian juga sepertinya akan dikenakan kepada orang-orang yang menjauhi dan tidak mau tahu terhadap orang berdosa.  Kalau Yesus berani menerima kaum pendosa, tentunya setiap orang yang percaya kepadaNya harus berani menerima setiap orang yang berdosa dan bersalah untuk bertobat dan berdamai dengan sesamanya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena belaskasihMu kami beroleh keselamatan. Tidak pernah Engkau meninggalkan kami ketika jatuh dan jatuh lagi dalam dosa, Engkau bahkan datang dan menyelamatkan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening