Kamis dalam Pekan Biasa XII, 23 Juni 2016

2Raj 24: 8-17  +  Mzm 79  +  Mat 7: 21-29

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

 

 

 

Meditatio

'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Kehendak Tuhan Bapa di surga yang menentukan seseorang dapat memasuki Kerajaan Surga. Bukanlah seruan, permohonan dan bahkan pujian seseorang yang menentukan seseorang layak di hadapanNya, melainkan hanya kehendakNya yang menyelamatkan. Kalau pun, 'pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu, pada waktu itulah Aku akan tetap berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan'. Bukannya kemampuan dan anugerah untuk bernubuat dan mengadakan mukjizat yang menjadi kekhasan seseorang mengikuti Yesus Kristus Tuhan. Sebab memang anugerah itu dapat dianugerahkan kepada semua orang. Kharakteristik  orang yang mengikuti Kristus adalah mereka yang selalu mengamini sabda dan kehendakNya. Orang yang selalu mengamini sabdaNya pasti tidak akan melakukan kejahatan, sebab bukannya cinta kepada sesama adalah sabda dan kehendakNya; tetapi tidaklah demikian orang yang mempunyai pelbagai anugerahNya. Yohanes pun dalam suratnya menuliskan: 'inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.  Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia' (1Yoh 2: 3-5).

Pengalaman raja Yoyakim (2Raj 24: 8-17) kiranya menjadi pengalaman kita bersama.  Raja Nebukadnezar mengangkut Yoyakhin ke dalam pembuangan ke Babel, juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya, sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. Semua bisa terjadi, karena kejahatan yang dilakukan Yoyakim dan bangsanya. Mereka melakukan yang jahat di hadapan Tuhan. Kejahatan mendatangkan malapetaka. Benarlah apa yang dikatakan Yesus tadi: 'Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan'.

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'. Sabda Tuhan benar-benar menjadi kekuatan dan perlindungan bagi orang-orang yang percaya dan melakukan kehendakNya. Aneka tantangan, bahkan rintangan yang mematikan tidak mampu merobohkan seseorang yang percaya kepada Tuhan. Mengamini sabdaNya berarti membiarkan Tuhan sendiri meraja dalam hidup seseorang. Mengamini sabdaNya, bukanlah hafal aneka ayat kitab suci, juga bukanlah orang-orang yang suka mendeklamasikan aneka pesan-pesan moral sebagaimana tersurat dalam kitab suci. Mengamini sabda dan kehendak Tuhan, adalah mereka yang bukan saja pendengar sabda, yang sering menipu diri, melainkan pelaksana-pelaksana kehendakNya.

Setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. Yesus benar-benar mengajar dengan kuasa dan wibawa, perkataanNya memang perkataan hidup yang kekal. Mengapa? Karena Dia sendiri adalah sabda yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Yesus bukan hanya Pembawa dan Penyampai sabda Tuhan, melainkan Dia sendiri adalah sang Sabda.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar tidak hanya mendengar, tetapi mampu menjadi pelaku sabdaMu dengan melakukan tindakan kasih terhadap sesama. Sebab Engkau sendiri yang adalah sang Sabda hadir dan tinggal di antara kami, terlebih lagi Engkau meraja dalam hati kami yang menjadi kekuatan kami ketika harus menghadapi pelbagai tantangan hidup. Amin

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening