Kamis dalam Pekan Biasa XIII, 30 Juni 2016


Am 7: 10-17  +  Mzm 19  +  Mat 9: 1-8

 

 

 

Lectio

Suatu hari naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"  Dan orang itu pun bangun lalu pulang.  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Apa Yesus sendirian naik perahu, karena para murid takut diganggu oleh angin ribut sebagaimana kita renungkan kemarin? Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Nazaret tentunya. Mengapa Yesus tidak sering mengunjungi Betlehem, kota kelahiranNya, dan kelahiran sang raja Daud? Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ditandu sepertinya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni'. Mengapa Yesus hanya menyampaikan kabar baik itu kepada orang yang sakit? Bukankah mereka yang mengangkat juga orang-orang yang baik? Orang sakit ini mendapatkan pengampunan dosa, dan bukannya kesembuhan. Mengapa Yesus berkata demikian? Yesus memang amat menghargai iman kepercayaan. Iman itulah yang mendatangkan berkat yang luar biasa bagi orang lumpuh itu.

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: 'Ia menghujat Allah'. Sebab memang bukankah hanya Allah yang menghapus kesalahan dosa umat manusia? Apa hak seorang Guru dari Nazaret ini mengampuni dosa orang lumpuh itu? Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: 'mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?'. Pikiran jahat itu adalah menuduh seseorang tidak sebagaimana adanya. Kalau misalnya mereka bertanya mengapa Engkau mengampuni, mungkin akan dimengerti Yesus, dan tentunya Yesus akan menerangkan kepada mereka. Ini mereka menuduh Yesus menghujat Allah. Inilah kejahatan hati mereka.  'Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah?'. Bagi mereka semua tidak ada yang mudah tentunya. Namun tak dapat disangkal, karunia terindah adalah pengampunan dosa, dan bukannya kesembuhan. Sebab bukankah pengampunan mendatangkan keselamatan, dan tidaklah demikian dengan kesembuhan? Bukankah banyak orang sakit malah menjadi tanda keselamatan bagi sesama? Mungkin yang tepat sasaran adalah penyembuhan orang lumpuh itu.  'Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Inilah pesan yang hendak disampaikan Yesus, dia bukan hanya Pembuat mukjizat, sebagaimana diketahui banyak orang. Dia sendiri adalah Tuhan, yang mengampuni dosa seluruh umat manusia. Dialah sang Empunya kehidupan.

'Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'. Yesus juga memberikan segala yang menjadi kebutuhan dan keinginan umatNya. Yesus juga tidak meminta orang yang disembuhkan itu menjadi muridNya dan mengikuti diriNya. Mengapa? Yesus tidak mau memaksakan kehendakNya kepada setiap orang, kecuali dalam hal keselamatan. Semua orang harus selamat itulah yang diharapkan bagi setiap orang. Apakah seseorang hendak mengikuti diriNya dalam keseharian hidupnya tidaklah dipaksakan olehNya. Bukankah mengikuti Yesus tidak  sebatas berjalan bergerombol bersama-sama?  Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Apakah dia mengucapkan terima kasih terlebih dahulu sebelum pulang? Tentunya diucapkannya. Bukankah dia mempunyai iman?

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, perteguh iman kami kapadaMu agar kamipun memperoleh berkat yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Tidak hanya kami tetapi orang lainpun mengalami Engkau melalui sikap hidup kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012