Peringatan Hati Tersuci Maria, 4 Juni 2016


2Tim 4: 1-8  +  Mzm 71  +  Mrk 12: 38-44

 

 

 

Lectio

Suatu hari dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,  yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,  yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Lalu ketika  Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

 

 

Meditatio

'Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,  yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,  yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat', permintaan Yesus kepada banyak orang yang mendengarkanNya. Apakah waktu itu tidak ada ahli-ahli Taurat yang mendengarkan? Tidak ada mungkin. Namun Yesus juga tidak suka berbicara di belakang orang. Yesus tidak segan-segan juga mengecam mereka. Mereka bukan saja tebar pesona, juga sekaligus membentuk mafia religious, sebab dengan kedudukan sosial yang mereka emban, mereka mencari kepuasan diri dan mengkorup harta benda sesama. Hukuman pasti akan mereka terima, bukan dari antara mereka sendiri, atau orang-orang yang mendengarkan, melainkan dari Tuhan Allah sendiri.

Lalu ketika  Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Semakin banyak yang diterima, memang harus juga berani semakin banyak memberi. Bukankah pohon besar, juga mendapatkan angin yang lebih besar daripada pohon kecil? Adakah persembahan ditata secara proporsioanal? Tidak ada! Namanya persembahan, tentunya kerelaan diri.  Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya'. Janda miskin itu memberi tidak proporsional. Dia seharusnya tidak memberi, tetapi sebaliknya dia memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. Sebuah tindakan yang benar-benar luhur dan mulia. Namun sekali lagi, bukan karena banyaknya uang yang dimasukkan dalam kotak persembahan, melainkan karena kemauan diri yang dengan rela berani memberi dan memberi.

Apakah kita mau tebar pesona? Apakah kita akan semakin berani memberi secara sukarela? Kita pasti berusaha hidup baik sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Kita tidak mau tebar pesona yang hanya mencari kepuasan diri, dan itu tidak dikehendaki Tuhan Yesus. Kita malah sebaliknya mau menjadi sesama bagi orang lain. Hendaknya kamu yang kuat menolong yang lemah itulah yang dikatakan Paulus dalam suratnya, dan kita mengamininya. 'Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri' (Roma 15: 1). Kalau kita semua telah berusaha dan berusaha barulah kita dapat berkata juga seperti Paulus: 'aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya' (2Tim 4: 7-8).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantu kami agar mampu melakukan tugas kewajiban kami dengan tulus hati, bukan untuk mendapatkan penghargaan atau pujian, tetapi semuanya kami lakukan untuk kemuliaan namaMu.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya'.

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012