Rabu dalam Pekan Biasa XI, 15 Juni 2016

2Raj 2: 6-14  +  Mzm 31  +  Mat 6: 1-6.16-18

 

 

 

Lectio

Suatu hari melanjutkan pengajaranNya, kataNya: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

 

 

Meditatio

'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Apakah yang kita cari dalam hidup ini? Kenyamanan diri di tengah-tengah hidup bersama? Puji-pujian dari sesama bahwa kita ini orang baik? Segala perbuatan baik memang mendatangkan berkat, tetapi kiranya hendaknya kita berani mencari sesuatu yang indah, yakni yang diberikan oleh Tuhan Allah sendiri. Yesus sepertinya tidak melarang orang berbuat baik untuk mendapatkan pujian dari sesamanya. Namun apalah artinya bila tidak mendatangkan berkat dari Tuhan Allah sendiri? Kewajiban agama adalah segala tindakan baik kita yang kita hunjukkan kepada Tuhan Allah. Semuanya kita persembahkan kepada Tuhan, dan kita berharap agar Tuhan semakin melimpahkan berkatNya kepada kita.

Pertama, 'apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang'. Kedua,  'apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang'. Demikian juga, ketiga, 'apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa'. Yesus membandingkan sikap dan tindakan keagamaan itu dengan gaya hidup orang-orang munafik yang memang hanya mencari muka dengan memakai topeng-topeng kebohongan. Sampai kapan mereka terus-menerus membohongi diri dan sesama? Kebohongan diri akan menjerumuskan orang ke dalam dosa-dosa lain yang membinasakan. Bukankah dengan memberi sedekah kita mau memberikan kepada Tuhan Yesus sendiri yang hadir dalam sesama? Bukankah berarti segala perbuatan kita ini intensinya untuk Tuhan, dan bukan semata kepada mereka?

'Aku berkata kepadamu: jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi'. Apakah memang berbuat baik kepada orang lain itu harus diketahui oleh banyak orang? Tidak adanya gunanya memang diketahui banyak orang. Entah kalau memang hanya ingin cari popularitas.  Bukankah isi dari perbuatan baik itulah yang harus dapat dinikmati oleh mereka yang membutuhkan, dan bukannya nama bantuan yang disebutkan itu? Bantuan yang tepat guna dan tepat sasaran itulah yang kiranya terus perlu ditumbuh kembangkan, agar setiap orang dapat menikmati kenyamanan hidup bersama.

'Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi'. Doa adalah komunikasi pribadi seseorang kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Tidak ada orang dapat mengatakan seseorang itu pandai dan khusuk berdoa, sebab memang yang menilai seseorang rajin berdoa hanyalah Dia yang diajak berbicara dan hanya kepadaNyalah seseorang bermohon dan berseru. Doa adalah komunikasi pribadi seseorang, tetapi tidak menutup kemungkinan kita pun dapat memohon orang lain untuk meneguhkan doa dan permohonan kita agar semakin mengundang belaskasih Tuhan. Bukankah Yesus sendiri pernah berkata: barangsiapa berkumpul dalam namaKu Aku hadir di tengah-tengah mereka? Dan bukankah melalui santo Yakobus Yesus juga meminta kita untuk berani mendoakan sesama kita yang berkekurangan?

'Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa'. Bukankah berpuasa juga tanda tobat kita kepada Tuhan? Memang tak dapat disangkal, wujud matiraga diri bisa kita nyatakan dalam bentuk sosial yang dapat membantu orang lain, tetapi kiranya pertobatan adalah sikap pribadi seseorang kepada Tuhan Allah. Lagi pula bukankah berpuasa tidak boleh mengurangi kreatifitas kita dalam bekerja dan perhatian kita terhadap sesama? Wajah kusam yang kita tampakkan kepada sesama membuat mereka enggan meminta bantuan dan uluran tangan kita

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu berbuat seperti yang Engkau ajarkan kepada kami, melakukan perbuatan baik sebagai persembahan kepadaMu lewat orang-orang kecil yang hadir di sekitar kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012