Rabu dalam Pekasn Biasa X, 8 Juni 2016

1Raj 18: 20-39  +  Mzm 16  +  Mat 5: 17-19

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melanjutkan pengajaranNya. KataNya: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

 

Meditatio

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus melanjutkan karya Allah yang dimulai semenjak awal dunia. Yesus hendak menggenapi, karena memang segala yang dinubuatkan akan dilaksanakanNya dengan kehadiranNya di tengah-tengah umatNya. Namun mengapa Yesus justru malah melanggar aneka peraturan hari Sabat? Yesus sebenarnya bukan melanggar aturan hari Sabat, melainkan purifikasi aneka aturan yang tengah berlangsung. Manakah yang diperbolehkan di hari Sabat, menyelamatkan atau membinasakan? Inilah salah satu purifikasi di hari Sabat. Ada beberapa peraturan yang baik dilaksanakan, tetapi tentunya perlu diterangkan kepada orang lain, bila terjadi pelanggaran. Apakah tidak boleh mengangkat tikar yang habis dipakai oleh seseorang yang baru sembuh dari sakitnya?

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Kenapa? Karena segala kehendak Tuhan Bapa di surga dimaksudkan untuk keselamatan umatNya. Semuanya akan dilaksanakan Anak Manusia, karena kehendak Allah adalah semua orang beroleh selamat.  'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Mengurangi atau meniadakan salah satu perintah hukum Taurat dan kitab para Nabi berarti melawan kehendak Tuhan Allah sendiri. Jelaslah sekarang bahwa kehadiran Yesus adalah menggenapi segala yang dinubuatkan dan dilaksanakanNya di tengah umatNya.  KehadiranNya sendiri yang menyertai umatNya demi keselamatan mereka.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami dalam keseharian hidup ini menaati dan menjalankan hukum, bukan untuk membatasi gerak gerik kami, tetapi agar kami hidup benar di hadapanMu. Hidup yang mengarah pada hukum cinta kasih dan belaskasihMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya',

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012