Sabtu dalam Pekan Biasa XI, 18 Juni 2016

2Taw 24: 17-25  +  Mzm 89  +  Mat 6: 24-34

 

 

 

Lectio

'Demikian juga', kata Yesus melanjutkan pengajaranNya, 'tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari'.

 

 

Meditatio

'Demikian juga', kata Yesus melanjutkan pengajaranNya, 'tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain'. Benar sungguh apa yang dikatakan Yesus. Ketua memang harus Satu sebagai seorang sopir dalam mengendarai mobil. Bisa saja dia mempunyai seorang  teman atau kernet, tapi  berjalannya mobil dengan baik dan lancar tetap dalam kendali dirinya. Namun tak dapat disangkal, komandan harus satu orang, agar tidak terjadi pecah-perhatian dalam menatap masa, sebagaimana dikatakan tadi memperhatikan satu dan mengabaikan lainnya. Malah tak jarang, seseorang jahat akan mencari kesempatan utnuk adu domba antara seorang pemimpin yang satu dengan lainnya. Maka 'kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon'. Orang tak dapat  Allah dan kekayaan. Bukankah pernah diceritakan Yesus tentang seseorang yang tidak membunuh dan tidak mencuri, bahkan menghormati kedua orangtuanya, hanya karena mempunyai harta benda yang dimilikinya. Mampu melakukan aneka kewajiban agama hanya karena  dan selama mempunyai kekayaan yang melimpah saja adalah sikap yang tak benar, dan jauh dari kesempurnaan, apalagi mendewa-dewakan kekayaan dalam menghayati imannya.

Juga 'Aku berkata kepadamu: janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah'. Orang yang beriman diminta unutk tidak kuatir akan kebutuhan sehari-hari. Bagaimana kita harus mengatakan hal ini kepada mereka yang berkekurangan? Mungkin bagi mereka yang tidak berkekurangan akan mudah memahami sabdaNya ini. Lalu bagaimana dengan mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan? Bagaimana kita harus menterjemahkan dalam bahasa yang amat bisa dimengerti mereka? Bagaimana seseorang tidak mengalami kegelisahan bila untuk makan esok saja tidak mendapatkan kepastian apa yang bisa dimakan? Percayalah, 'Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu'. Iman kepercayaan akan meneguhkan setiap orang dalam menghadapi kenyataan hidup sekarang dan esok. Bapa manakah yang akan memberi anaknya ular, kalau anak kita meminta ikan? Memang begitu inddahnya mereka yang berkekurangan tetapi tetap menebarkan senyu yang indah dan menyapa. Segala kekurangan yang dimiliki, bukannya disesali, melainkan itulah kenyataan yag harus terus-menerus diperjuangkan. Hidup tidaklah berhenti pada segala yang kita miliki. Hidup itu perziarahan.  'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu', tegas Yesus. Kembali kita diingatkan akan doa Bapa Kami, yang memang mengajak kita untuk mendahulukan kehendak Allah di atas segala kepentingan lain. Mengutamakan kehendak Allah berarti mengutamakan Allah sendiri, dan membiarkan Allah meraja dala hidup ini.

'Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari'. Penyataan ini benar-benar mengajak kita untuk berani menerima kenyataan hidup sekarang ini. Mungkin indah, mungkin pahit. Ada kesulitan dan kegagalan di sana-sini, itu wajar. Itulah hidup. Namun kiranya kita tetap berani melihat masa depan, hari esok dalam cahaya yang indah dan ceria.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami dengan terang Roh KudusMu, agar kami tidak mudah putus harapan dalam menghadapi aneka kesulitan, terlebih kuatir akan masa depan. Berkatilah dan sertailah saudara dan saudari kami yang berkekurangan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012