Selasa dalam Pekan Biasa XI, 14 Juni 2016


1Raj 21: 17-29  +  Mzm 51  +  Mat 5: 43-48

 

 

 

Lectio

Suatu hari melanjutkan pengajaranNya, kataNya: 'kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.

 

 

 

Meditatio

'Kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu'. Benar juga apa yang disampaikan dalam kitab Taurat ini. Mengasihi sesama itu memang wajib hukumnya, dan itupun terasa sulit, karena memang kita berbeda satu dengan lainnnya. Sangatlah wajarlah, kalau hokum tadi menegaskan untuk membenci dan tidak menaruh perhatian kepada mereka yang  memusuhi diri kita. Namun, 'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, Anak Manusia yang berkuasa atas hidup ini, 'kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'. Kasih hendaknya tidak diberikan kepada orang-orang yang mengasihi kita terlebih dahulu, melainkan kita harus mengawali berbagi kasih terhadap sesama, sebagaimana dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri. Dia datang,  bukan hanya kepada orang-orang yang merindukan keselamatan, tetapi juga datang sebagai seorang dokter yang diperlukan oleh orang-orang sakit. 'Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'. Inilah alasan Yesus mengapa kita untuk berai berbagi kasih terhadap semua orang, tanpa terkecuali. 

'Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?'. Pengenalan akan Kristus Tuhan harus memberikan nilai plus bagi setiap orang; atau setiap orang yang percaya kepada Kristus Tuhan harus berani menunjukkan siapakah dirinya. Seseorang yang merasa bangga akan imannya pasti akan meniru segala yang dikehendaki Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, dan tentunya tidaklah demikian dengan mereka yang menuliskan nama katolik sebatas sebagai identitas belaka. Bukankah mereka memilih dan mengenal Kristus guna mendapatkan keselamatan dariapadaNya?  'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'. Sebuah penegasan yang diberikan Yesus kepada setiap orang yang percaya kepadaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau meminta kami menjadi orang-orang yang berkualitas. Maka kami mohon terang Roh KudusMu agar kami setia menjalankan panggilanMu yang menyelamatkan, terlebih kami menikmati kebahagian dan sukacita dalam menikmati keseharian hidup ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.  

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening