Selasa dalam Pekan Biasa XII, 21 Juni 2016

2Raj 19: 9-35  +  Mzm 48  +  Mat 7: 6.12-14

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'.

 

 

 

Meditatio

'Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'. Terlalu, bila memang itu terjadi. Suatu kebodohan  yang luar biasa, yang mana seseorang tidak mampu menggunakan sesuatu sebagaimana mestinya. Segala sesuatu yang tidak kita gunakan sebagaimana mestinya memang akan merusak segala yang indah, malahan akan menampar  diri kita sendiri. Kepandaian menghafal ayat-ayat kitab suci adalah daya insani yang hebat dan patut dibanggakan, akan tetapi semakin hebat dan luar biasa kalau memang kita dapat menggunakan dengan baik, dalam arti amat kontekstual. Kita harus mendalami dan mempelajari bagaimana ayat kitab suci itu dapat dikenakannya. Lebih baik lagi, kalau kita juga sebagai pelaksana sabda dan tentunya bukan hanya pendengar yang menipu diri.

'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka', tambah Yesus. Bahkan tentunya kita harus berani mendahului melakukannya. Kalau seseorang ingin bersikap ramah terhadap kita, baiklah kalau kita berani mendahului memberi hormat dan melempar senyum dalam kehidupan sehari-hari. 'Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'. Entah mengapa Yesus berkata demikian? Bukankah sabda Tuhan juga disampaikan oleh para Nabinya yang kudus dalam perjalanan umat Israel? Bukankah para nabi menyampaikan pesan Allah dan bukan sekedar pesan moral dalam hidup bersama?

'Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'. Mengapa? Tak ubahnya mendaki gunung tinggi, amatlah berat dan penuh tantangan. Tak banyak orang mau ingin mencapainya. Namun itulah, bagi orang yang hendak mencapai puncak gunung tentunya dia harus berani berjuang dan berjuang. 'Lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya'. Tak dapat disangkal, mendaki gunung adalah kewajiban bagi setiap orang untuk menikmati puncak gunung, menikmati keselamatan. Orang harus berani berjuang dan berjuang. Tanpa perjuangan hidup seseorang tidak akan menikmati keselamatan. Akan sedikitkah orang yang menikmati keselamatan? Yesus pun sepertinya tidak mau menjelaskan tegas. 'Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!' (Luk 13: 24).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami untuk lebih memahami sabdaMu dan menjadikannya pedoman dalam hidup kami dengan mengutamakan kehendakMu, agar kami mampu mencapai pintu keselamatan yang Engkau janjikan kepada kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening