Selasa dalam Pekan Biasa XIII, 28 Juni 2016


Am 3: 1-8  +  Mzm 5  +  Mat 8: 23-27

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."  Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

 

 

 

Meditatio

          Suatu hari Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Ke mana mereka naik perahu tidak diceritakan, yang jelas mereka ikut saja ke mana Yesus pergi. Bukankah mengikuti Yesus akan selamat selalu? Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Inilah hukum alam yang sering juga sulit kita mengerti. Mengikuti Yesus tidaklah berarti kita bebas  dari kuasa hukum alam; malah dengan indahnya Yesus tertidur dengan pulasnya di tengah gelombang laut.  Mengikuti Yesus memberi kekuatan dan peneguhan agar kita setia  menikmati hidup di bumi ini yang terikat oleh hukum-hukumnya. Terkadang terpaan hujan, badan kita akan basah kuyup, walau kita mengikuti dan percaya kepada Yesus.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: 'Tuhan, tolonglah, kita binasa'. Teriak para murid kepada sang Guru. Mungkinkah mereka bersama Yesus mengalami kebinasaan? Atau mungkin hanya mereka mengalami, sedangkan Yesus yang satu perahu tidak mengalami gangguan apa-apa? Namun mengapa Yesus sama sekali tidak terganggu dengan goncangan gelombang? Apakah tidak ada kepekaan hidup? Atau memang Yesus bebas dari rintangan hukum alam?

'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?',  tegur Yesus kepada para murid, orang-orang yang dikasihiNya. Penyataan Yesus ini menegaskan bahwa bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan, tidak ada perasaan takut dan gentar dalam menghadapi kenyataan hidup. Bukankah ada Tuhan bersamanya seseorang akan merasa aman hidupnya? Namun tak dapat disangkal, sekarang ini mereka berani berteriak dan berteriak meminta pertolongan. Kelemahan dan keterbatasan diri mengingatkan setiap orang agar berani berteriak dan berteriak meminta pertolongan daripadaNya.

Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.  Yesus berkuasa atas alam semesta. Sungguh benar. Bahwa Dia itu Raja Semesta Alam. Mengapa? Karena memang Dialah sang Pencipta dan sang Empunya kehidupan ini. Dalam Dia dan bersama Dia ada kehidupan yang lebih indah dan mulia. 'Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?, komentar para murid yang baru merasa dan tahu bahwa Dia sungguh sang Empunya kehidupan ini.

Pengalaman para murid ini kiranya menjadi pengalaman kita bersama. Kalau alam semesta saja takut dan berunduk kepadaNya, tentunya Dia juga berkuasa atas kita umat, ciptaan yang termulia dan sekaligus menjadi milikiNya. Yesus amat mengharapkan kita mengamini sabdaNya agar kita beroleh selamat. Aku ingin di mana Aku berada kamupun berada. Itulah kehendak Tuhan. Namun sepertinya tidak segan-segan juga Tuhan Allah sang empunya kehidupan ini berkata: 'Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku. Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. -- Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!' (Am 4: 11)

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin teguh beriman kepadaMu. Dalam kehidupan ini ketika menghadapi tantangan dan persoalan, kami berani dan mengandalkan Engkau selalu, sebab Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?'.

 

 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening