Senin dalam Pekan Biasa XI, 13 Juni 2016

1Raj 21: 1-16  +  Mzm 5  +  Mat 5: 38-42

 

 

 

Lectio

Suatu hari melanjutkan pengajaranNya, kataNya: 'kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.  Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu'.

 

 

 

Meditatio

'Kamu telah mendengar firman: mata ganti mata dan gigi ganti gigi', kata Yesus mengutip Perjanjian Lama. Suatu hukum balas yang persis sama dengan yang dilakukan seseorang. Hukum yang adil. Namun apakah menyelesaikan masalah? Sepertinya tidak. Karena aneka persoalan yang menyebabkan tindakan jahat itu terjadi itulah yang membedakan kualitas dari tindakan itu sendiri. Mata ganti mata dan gigi ganti gigi sepertinya adil, tetapi tidaklah demikian.  'Tetapi Aku berkata kepadamu', tegas Yesus hendak menambah sesuatu yang baru sepertinya.  'Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu'. Inilah jiwa pengampun yang diajarkan oleh Yesus. Membalas perbuatan dengan tindakan sama memang tidak akan menyelesaikan persoalan, malah sebaliknya membalasnya dengan kasih akan memenangkan jiwa. Sebab kasih mengatasi segala sesuatu. Kasih itulah juga yang mengajak kita untuk berani memberi di luar batas kemauan kita pribadi. Karena itu, 'kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu; siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu'.

Adakah Ahab harus mengembalikan tanah yang direbutnya dari Nabot sebagaimana diceritakan dalam kitab pertama Raja-raja? (21: 1-16) Adakah cukup hanya mengembalikan tanah yang direbutnya? Apakah sebagaimana seluruh kekayaan dan hidup dicabutnya, demikian juga seluruh kekayaan dan hidup Ahab harus diambilnya juga? Bukankah mata ganti mata dan gigi ganti gigi? Kerakusan dan keserakahan yang dibarengi dengan kekuasaan yang dimiliki itulah yang tentunya harus diselesaikan. Sejauhmana kita harus berani tetap berbelaskasih terhadap orang-orang yang bersikap dan bertindak seperti Ahab? Minimal kita tidak menaruh dendam tentunya terhadap dia, serahkan saja pada hukum jujur yang ada di negara kita. Hukum jujur adalah suara hukum benar-benar disuarakan, yang menyampaikan kebenaran, dan bukannya hukum yang sudah dibeli terdahulu oleh orang yang punya kuasa dan duit, kroni-kroni sang penjahat Ahab.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajar kami untuk berani membalas dengan kasih terhadap setiap orang yang bertindak tidak adil dan melukai kami. Agar hukum cintakasih yang Engkau ajarkan semakin dirasakan banyak orang.

Santo Antonius Padua, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening