Senin dalam Pekan Biasa XII, 20 Juni 2016


2Raj 17: 5-15  +  Mzm 48  +  Mat 7: 1-5

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu'.

 

 

 

Meditatio

'Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu', tegas Yesus. Mengapa memang kita dengan enaknya mempersalahkan orang lain, tanpa harus bertanya-tanya terlebih dahulu? Kalau kita dengan enaknya mempersalahkan orang lain, maka orang lain pun akan dengan mudah melemparkan segala kesalahan itu kepada kita. Bukankah memang tak jarang orang masih selalu berprinsip mata ganti mata, dan gigi ganti gigi? 'Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu', tambah Yesus. Janganlah kita mudah mencari kesalahan orang lain, dan juga sebaliknya kita hendaknya tidak acuh tak terhadap orang lain. Orang harus berani berkata-kata tentang dirinya sendiri. Orang harus berani menyadari keterbatasan diri, dan tidakmudahnya mencari kesalahan sesame. Tak jarang, memang orang yang mudah mencari kesalahan sesame itu sebagi usaha menutupi yang penuh kelemahan dan dosa. 

'Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu'. Keberanian kita untuk medahului dalam berbuat baik akan membuat mata hati kita jernih dan terang, sehingga mampu membangun hidup bersama lebih baik lagi. Orang munafik adalah dia yang penuh kebohongan dalam dirinya. Dia tidak berdaya dalam kebersamaan hidup. Dia malah bersembunyi di baik kelemahanan orang lain, dan berteriak-teriak terhadap sesamanya.

Kalau Yesus meminta kita tidak mudah mencari kesalahan sesame, sebaliknya kita harus tetap juga berani mendengarkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Ketegaran hati untuk tidak mau tahu dengan keberadaan sesame, bahkan tidak mau mendengarkan suara Tuhan yang seringkali berbicara melalui sesama kita, akan membuat kita masuk dalam jurang dosa yang membinasakan. Ketidakmauan seseorang mendengarkan suara Tuhan akan mendatangkan murka daripadaNya dan mejauhkan mereka dari Tuhan sang Empunya kehidupan itu sendiri (2Raj 17: 18).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami begitu mudah melihat dan mencari kesalahan sesame. Kami mudah menunjuk orang dan memasukkan mereka sebagai kaum berdosa. Bantulah kami dengan RohMu yang Kudus agar kami semakin berani melunakaan diri ini menjadi orang-orang yang berjiwa pendamai. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012