Senin dalam Pekan Biasa XIII, 27 Juni 2016

Am 2: 6-16  +  Mzm 50  +  Mat 8: 18-22

 

 

 

Lectio

Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."  Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

 

Meditatio

Seorang ahli Taurat datang kepada Yesus, dan berkata kepadaNya: 'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'. Sebuah kemauan baik yang ditunjukkan seseorang ahli Taurat kepadaNya. Dari antara orang-orang yang sering dikecam Yesus, yakni kaum ahli Taurat, ada juga seseorang yang baik. Dia berani datang kepada Yesus, dan bahkan dengan sadar memanggil Yesus sebagai Guru. Suatu pengakuan yang luar biasa. Mengapa dia hendak mau mengikuti Yesus? Apakah dia memang mau bertobat? Atau memang hanya ingin belajar tentang kecerdasan dan kewibawaan yang dimilikiNya? Mendengar kemauan sang ahli Taurat itu, Yesus berkata kepadanya: 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'. Yesus langsung menegur ahli Taurat itu. Apa yang hendak seseorang cari dengan mengikuti diriNya? Yesus mengingatkan bahwa diriNya tidak mempunyai apa-apa. Yesus tidak mempunyai tempat tinggal menetap. Yesus tidak mempunyai tempat untuk berkumpul dengan para muridNya; tidak seperti dengan kita yang hidup jaman ini. Banyak di antara kita mendirikan kemah-kemah yang indah sebagaimana yang ingin didirikan Petrus bersama kedua murid lainnya. Dalam kemah-kemah itu kita dapat bercengkerama dan tebar senyum kepada siapa saja yang datang. Namun kenyamanan kemah itulah yang seringkali menjadi sasaran datangnya seseorang, dan bukannya mau mencari Dia yang dikehendakinya. Yesus tidak ingin sepertinya kalau orang-orang yang mengikuti diriNya hanya supaya dapat meminta dan mendapatkan ini dan itu. Barangsiapa mengikuti Aku harus berani menyangkal diri dan memanggul salibnya setiap hari. Mengikuti Yesus berarti memanggul salib, dan bukannya duduk-duduk manis di kemah-kemah yang memberi kenyamanan.

'Ikutlah Aku, biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka', sahut Yesus kepada salah seorang yang ingin mengikuti diriNya, tetapi meminta sedikit waktu untuk menguburkan ayahnya. Yesus bukannya melarang mereka untuk menguburkan orang mati, malainkan semata-mata hanya ingin meminta agar orang-orang yang percaya kepadaNya mengutamakan kehendak dan kemauan Tuhan Allah. Komitmen orang-orang yang mau mengikuti Yesus hanyalah berani mengutamakan kehendak Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Barangsiapa mengasihi bapa ibu dan anak-anaknya lebih daripada terhadapKu, dia tidak layak menjadi muridKu.

Kalau orang yang baik dan mau mengikuti diriNya saja hendak dijungkirbalikkan pemikirannya, apalagi orang-orang yang berdosa kepadaNya dan berbuat jahat terhadap sesamanya. Itulah yang diceritakan dalam pengalaman nabi Amos sebagaimana tertulis dalam kitabnya bab 2: 6-16. Tuhan Allah tidak segan-segannya mengobrak-abrik mereka. Apakah memang tidak ada orang yang benar di hadapan Tuhan? Apakah semua orang itu tidak ada yang sempurna di hadapan mataNya? Lalu apa yang dapat kita lakukan agar kita pantas bertingkah laku di hadapanNya? Mengamini sabdaNya dengan sepenuh hati dan dengan segenap pikiran.  Itulah yang harus kita lakukan. Bukankah kalau pun kita dapat mengusir setan dan melakukan aneka mukjizat dalam namaNya tetap tak dapat menjadi ukuran layak dan tidaknya di hadapanNya? Kalau pun kita sering berseru-seru Tuhan-Tuhan, kita juga tidak layak di hadapanNya? Orang yang melakukauan sabda dan kehendakNya tentunya akan selalu menyangkal diri dan memanggul salibnya dalam kehidupan sehari-hari, dia pun juga akan pasti menjauhi segala perbuatan yang jahat.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi orang-orang yang setia dalam mengikuti Engkau. Jadikanlah kami juga orang-orang yang mengamini sabdaMu dalam keseharian hidup ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening