Hari Minggu dalam Pekan Biasa XVI, 17 Juli 2016


Kej 18: 1-10  +  Kol 1: 24-28  +  Luk 10: 38-42

 

 

 

Lectio

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."  Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

 

 

Meditatio

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Sepertinya Yesus dan para murid tidak sengaja pergi ke rumah itu. Namun berani juga Marta menerima Dia? Apakah tanpa persiapan dia berani menerima kehadiran seorang Guru dan para muridNya? Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Kenapa tidak bersama-sama mereka menerima Yesus? Adakah ketidak beresan di antara mereka berdua?

Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Indah juga sebetulnya mereka itu. Kalau semua mendengarkan Yesus lalu siapa yang melayani para tamu? Kalau mereka sibuk melayani, siapakah yang mengajak para tamu berbincang-bincang?  Marta mendekati Yesus dan berkata: 'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku'. Ternyata Marta mengalami kegelisahan melihat saudarinya berdiam diri mendengarkan sang Guru. Kenapa juga Maria tidak melemparkan pertanyaan sapaan: apakah ada yang bisa dibantu? Apakah memang relasi mereka sedang terpuruk? Apakah Marta begitu sibuknya terinspirasikan oleh peristiwa Abraham yang menerima kedatangan tiga tamu yang mengunjungi kemahnya? (Kej 18: 1-10) Kemauan Yesus hendaklah yang kita utamakan ketika Dia datang dan mengunjungi kita.

'Marta, Marta', sahut Yesus kepadanya, 'engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'. Berjumpa dengan Yesus yang paling penting dilakukan adalah mendengarkan Dia. Perjumpaan dapat dinikmati dengan indahnya hanya dengan mendengarkan Dia yang berbicara. Dalam aneka peristiwa kehidupan kita memang dapat berjumpa dengan Dia; Diapun menyapa kita dalam segala peristiwa kehidupan, tetapi perjumpaan yang benar-benar bermakna kalau kita mendengarkan sabdaNya. Malah kita harus berani mendengarkan sabdaNya terlebih dahulu, maka kita akan mendengarkan sapaanNya. Sebab bagaimana kita dapat mendengarkan sapaanNya kalau kita tidak pernah mendengarkan suaraNya terlebih dahulu.

Penegasan Yesus kepada Marta, bukanlah dimaksudkan untuk mempersalahkan dia, melainkan semata-mata hanya hendak menyatakan aneka kegiatan kita dapat digantikan oleh orang lain, tidaklah demikian dengan mendengarkan sabdaNya. Kita harus berani mendengarkan langsung daripadaNya. Mendengarkan sabda Tuhan tidak bisa diwakilkan. Sapaan sabdaNya tak ubahnya taburan benih-benih keselamatan dalam diri setiap orang. Taburan benih-benih keselamatan itu akan mengena pada diri setiap orang bila memang kita masing-masing berani mendengarkannya. Alasan itulah yang membuat Yesus menegaskan sebagai bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.

Kehadiran Kristus Tuhan adalah satu kebanggaan Paulus. Dia telah merasakan dan mengalami sungguh-sungguh kehadiranNya yang menyelamatkan itu. Maka Paulus menegaskan: Kristus itu ada di antara kamu. Dialah harapan akan kemuliaan (Kol 1: 27), maka baiklah kalau kita duduk manis mendengarkan Dia. Dia datang menemui kita, baiklah kalau kita berani mendengarkanNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami tahu kami tidak mungkin berjumpa langsung denganMu, tetapi kami tahu Engkau hadir dan menyapa kami melalui segala peristiwa. Bantulah kami, agar semakin rajin dalam mendengarkan sabdaMu, sehingga kami mampu mengenali sapaanMu.

Terima kasih ya Yesus. Amin

 

 

Contemplatio

'Engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'.

 

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012