Jumat dalam Pekan Biasa XIV, 8 Juli 2016


Hos 14: 2-10  +  Mzm 51  +  Mat 10: 16-23

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu mengutus mereka. KataNya: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'.

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu mengutus mereka. KataNya: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala'. Sebuah tugas yang amat berat. Bagaikan seekor domba ke tengah kawanan serigala, dan bukannya bagaikan serigala ke tengah kawanan domba. Ini mengandaikan adanya keberanian untuk mengorbankan nyawa.  'Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'. Kecerdikan akan mampu menghindari kepongahan kawanan serigala, tetapi tetap perlunya ketulusan dan kesetiaan hati dalam menanggapi tugas yang tidak ringan dan menantang itu. Perumpamaan ini amat tegas apa yang dimaksudkan Yesus.

Karena itu, 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya'. Inilah kenyataan konkrit yang akan dialami oleh para rasulNya. Apa alasannya sehingga mereka dihadapkan kepada majelis agama? Tentunya karena pewartaan Injil yang mereka lakukan.  'Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Apakah boleh kita katakan bahwa semuanya ini adalah kesengajaan Allah untuk memperkenalkan diri kepada umatNya dan sekaligus membuka mata bagi banyak orang untuk mengenalNya secara lebih nyata? Boleh saja!! Karena memang semuanya itu terjadi karena Yesus Kristus sendiri. Semuanya terjadi karena Aku, kata Yesus. Malah dengan tegas pula Yesus menambahkan:  'apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Yesus sendiri akan hadir dalam RohNya yang kudus mendampingi setiap orang yang memberikan kesaksian hidup tentang diriNya. Semuanya akan terjadi dengan indahnya, memang para murid peka dan tanggap akan segala sabda dan kehendakNya. Membiarkan Roh Allah berkata-kata dalam diri seorang murid memang perlulah pembiasaan diri Allah berkata-kata dalam dirinya.

'Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya; dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Kehadiran Yesus memang benar-benar menjadi bahan perbantahan, bukan saja ketika Dia masih bersama-sama dengan umatNya di tanah Palestina, tetapi juga selama orang mengimani kepercayaan kepadaNya. Benarlah apa yang dikatakan imam Simeon kepada Maria, bahwa Anak ini akan menjadi bahan perbantahan bagi banyak orang.

'Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain'. Berusaha menghindari penganiayaan adalah hal yang wajar, dan ada banyak hal yang masih harus bisa dikerjakan. Yesus tidak meminta mereka melarikan diri. Yesus tidak ingin juga mereka mati sia-sia, walau tak dapat disangkal mahkota kemartiran memang siap menantikan mereka. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'. Sebagaimana biji harus ditanam agar tumbuh dan berkembang, demikianlah juga kemartiran mereka akan menghasilkan banyak buah, karena semakin banyak orang percaya kepada Kristus Tuhan. Barangsiapa menanam dengan bercucuran airmata akan menuai dengan sorak-sorai.

Inilah resiko para murid,  orang-orang yang percaya kepadaNya, yakni: 'kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku'. Kebenaran akan selalu dipertentangkan dengan kejahatan. Mengapa? Karena banyak orang suka dalam kegelapan daripada terang. Mengikuti Yesus memang harus memanggul salib kehidupan, banyak menerima tantangan dan rintangan, 'tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.  Sebagaimana Yesus Kristus setia sampai mati di kayu salib demi keselamatan seluruh umat manusia, demikian juga setiap orang yang percaya kepadaNya harus berani setia sampai akhir hidup.

Kitapun sekarang ini tetap terpanggil dalam tugas perutusan sebagaimana diterima para rasul. Katekese baru malah harus terus kita kumandangkan, agar setiap orang semakin mengenal Kristus Tuhan. Pengenalan akan Kristus kiranya semakin mendekatkan seseorang kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Hosea dalam bab 14 mengajak kita untuk berani bertobat dan bertobat kepadaNya. Hanya dengan mendekatkan diri kepada Allah, setiap orang dapat menikmati berkatNya yang melimpah, dan kita semua semakin merasakan menjadi orang-orang pilihanNya, umatNya yang kudus.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar berani dan dikuatkan dalam mengikuti Engkau, sehingga semakin banyak orang mengenal Engkau dan diselamatkan. Kami percaya Engkau sendiri yang akan menyertai dan mendampingi kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012