Jumat dalam Pekan Biasa XVII, 29 Juli 2016


Yer 26: 1-9  +  Mzm 69  +  Yoh 11: 19-27

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.  Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."  Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."  Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Mangapuli do nasida, kata banyak orang yang melihat Yesus datang untuk memberi penghiburan kepada keluarga yang berduka. Lalu kita biarkan begitu saja dia yang telah meninggal? Apakah kita hanya menyapa mereka yang hidup, dan tidak menyapa dalam doa dia yang telah meninggal? Bukankah dia yang meninggal juga saudara atau saudari kita? Hendaknya kita sapa dia yang telah meninggal, karena dia pun bagi Tuhan, seperti kita yang hidup ini juga hidup bagi Tuhan. Dan bukankah Tuhan Allah kita adalah Tuhan atas orang hidup dan mati (Rom 14).  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Entah kenapa Maria tidak mau menyambut kedatangan Yesus? Mungkin kuper juga si Maria satu ini? Atau tenggelam dalam kepedihan hati karena peristiwa kematian?

'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya', kata Marta kepada Yesus. Sebuah ungkapan kepedihan dari seorang Marta. Kematian memang peristiwa yang tidak mengenakkan. Kematian dihindari dan ditakuti banyak orang. Itu wajar. Marta percaya kepada Yesus, yang datang mengunjungi keluarganya. Marta tahu Yesus akan memberikan yang terbaik bagi keluarganya.  'Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman', sahut Marta ketika Yesus menegaskan bahwa saudaranya akan bangkit.  Dalam Perjanjian Lama kepercayaan akan kebangkitan telah tersurat dengan indahnya. 'Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!  Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah' (Ayb 19: 23-26). Segalanya boleh musnah dan rusak, tetapi kelak akan mendapatkan kebangkitan badan, karena memang Tuhan Allah kita itu sang Penebus.

'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya', tegas Yesus kepada Marta. Yesuslah Kebangkitan dan Hidup. Kematian hanyalah sejenak dan sesaat saja bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Setiap orang akan dibangkitkan dan hidup kembali. Setiap orang tidak akan mati selama-lamanya, yakni mereka yang percaya kepadaNya. Kepercayaan Kristus memberi kehidupan kekal, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan ini. Kebangkitan bukanlah soal waktu, melainkan soal kepercayaan; kepercayaan kepada Kristus Tuhan. 'Percayakah engkau akan hal ini?', tambah Yesus mempertegas penyataanNya tadi.  Jawab Marta: 'ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia'. Marta adalah salah seorang yang pasti dibangkitkan oleh Yesus, sebab memang dia percaya dan percaya kepada Yesus Kristus, sang Mesias yang dari Allah.

Percaya kepada Tuhan Allah memang mendatangkan keselamatan. 'Beginilah firman TUHAN: jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,  dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, -- tetapi kamu tidak mau mendengarkan --  maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi' (Yer 26: 4-6). Kepercayaan dan keberanian mendengarkan suara Tuhan memang mendatangkan keselamatan. Memang setiap orang mempunyai hak dan kebebasan untuk percaya atau tidak kepada Tuhan, berani mendengarkan atau tidak, tetapi wajib percaya dan berani mendengarkan bagi setiap orang yang mau diselamatkan.

Marta adalah seorang yang pasti diselamatkan, karena dia percaya kepada Kristus yang adalah kebangkitan dan hidup.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, Engkau bukan hanya Mesias yang datang untuk menyelamatkan kami, tetapi Engkaulah kebangkitan dan hidup. Dan kami yang percaya kepadaMu tidak akan mati selama-lamanya. 

Santa Marta, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya'.

 

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening