Kamis dalam Pekan Biasa XVI, 21 Juli 2016


Yer 2: 1-10  +  Mzm 36  +  Mat 13: 10-17

 

 

 

Lectio

Setelah Yesus menyampaikan pengajaranNya datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

 

 

 

Meditatio

'Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?', itulah pertanyaan para murid kepada sang Guru, yang mengajar dengan menggunakan aneka perumpamaan. Mendengar komentar mereka, Yesus menjawab: 'kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Dari jawaban ini memang nampak jelas Yesus membedakan para pendengarNya. Ia berbicara dengan perumpamaan kepada banyak orang, tidaklah demikian kepada para muridNya. Sebab kepada orang-orang yang merindukan uluran belaskasihNya, yakni mereka kaum kecil, dan bukannya orang cerdik pandai, Tuhan Yesus semakin membuka diriNya, dan menyatakan siapakah diriNya, dan sekaligus memberikan segala misteri Kerajaan Allah. 'Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka'. Sebaliknya bagi orang-orang yang tidak mau tahu akan sesamanya, yang memang tidak memerlukan uluran tangan belaskasihNya yang menyelamatkan, 'sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti'.

Itulah alasan mengapa Yesus menyampaikan pengajaranNya dalam aneka perumpamaan. Yesus memang secara sengaja menyisihkan orang-orang yang tidak mau mendengarkan sabdaNya, sebagaimana yang dikatakan kemarin sebagai orang-orang jahat dan tidak setia, dan bukannya disebut sebagai kaum pendosa. Yesus membedakan tegas antara mereka. Tak dapat disangkal memang, sikap Tuhan dalam Perjanjian Lama amatlah keras, sebagaimana dinubuatkan oleh Yesaya, yang mengatakan: 'kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka'.

'Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar', tambah Yesus,  'sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Yesus memuji bahagia orang-orang yang mau mendengar dan melihat sang Anak Manusia yang datang ke tengah-tengah umatNya. Yesus memuji bahagia mereka yang menemukan Mutiara indah, yang mampu memilih yang terbaik bagi hidupnya, sebab memang masih ada orang-orang yang mudah tertarik kepada Yunus dan Salomo, daripada Dia yang memang lebih besar dari kedua nabi itu.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, lewat sabdaMu hari ini kiranya membantu kami untuk semakin berani mendengar dan melihat Kebenaran sejati, agar kami tidak lagi buta dan tuli rohaninya. Dan menerima berkat anugerahMu tentang misteri Kerajaan Allah yang membawa keselamatan bagi kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012