Kamis dalam Pekan Biasa XVII, 28 Juli 2016

Yer 18: 1-6  +  Mzm 146  +  Mat 13: 47-53

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali berkatalah Yesus: 'hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.  Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." 

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 

Meditatio

'Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang', kata Yesus menyapa para muridNya dalam sebuah perumpamaan. Kenyataan hidup yang memang ada orang baik dan salah, benar dan jahat, yang memang sepertinya kedua-duanya dibiarkan hidup bersama, seperti yang kita renungkan kemarin, bagaikan gandum dan ilalang yang dibiarkannya tumbuh bersama.   'Demikianlah juga pada akhir zaman: malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Itulah realitas akhir jaman, yang memang terjadi pemisahan antara orang baik dan orang jahat. Tentunya orang-orang baik, yakni mereka yang mengamini sabda dan kehendakNya dalam kehidupan sehari-hari akan menikmati kemuliaan surgawi. 'Mengertikah kamu semuanya itu?', tambah Yesus kepada mereka; dan mereka serentak menjawab: 'ya, kami mengerti'.

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'. Mereka diingatkan demikian, karena memang segala pengajaran Yesus selama ini sepertinya sudah tersurat semua dalam Perjanjian Lama, khususnya dalam hukum Taurat. Para ahli Taurat mengetahui semua hal ini. Pengajaran Yesus adalah  yang lama dari perbendaharaannya, karena memang mereka sudah banyak tahu tentang hal itu, tetapi menjadi harta baru karena mereka harus semakin berani memahami dengan baik. Minimal mereka harus semakin berani mengakui bahwa Mesias yang dimaksudkan dalam Perjanjian Lama kini benar-benar telah hadir di tengah-tengah mereka. Dia hadir tidak mau mengikuti kemauan dan konsep pemikiran mereka, melainkan Mesias yang benar-benar dikehendaki oleh Tuhan Bapa di surga yang menyelamatkan seluruh umat manusia. Dia bagaikan seorang tukang periuk yang membuat dan membuat periuk sesuai dengan kemauannya, dan bukannya kemauan periuk yang dibuatnya (Yer 18: 1-6). Dia memang tidak tunduk pada hukum taurat yang memang membelenggu seseorang dalam kuasa dan kekuatan manusia, melainkan taat pada kehendak dan hukum cinta kasih yang membebaskan umat dari kuasa dosa. Dia malahan akan menjadi tebusan bagi banyak orang.

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya kamipun semakin mengerti akan sabda dan kehendakMu, yang datang ke dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dan kelak kami boleh menjadi yang terpilih dalam menikmati kemuliaan bersamaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang'.

 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012