Minggu dalam Pekan Biasa XVIII, 31 Juli 2016

Pkh 2: 21-23  +  Kol 3: 1-9  +  Luk 12: 13-21

 

 

 

Lectio

Pada suatu waktu seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 

Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.  Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.  Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

 

 

Meditatio

'Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku', kata salah seorang yang mengikuti pengajaranNya. Entah kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu? Apakah karena ketertarikannya kepada Yesus sang Guru? Minimal dia mempunyai tuntutan untuk mendapatkan warisan secara adil. Paling sedikit dia juga bukan orang miskin dia orang berada. Dia berasal dari keluarga kaya. Dia mempunyai harta benda. 'Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?' sahut Yesus kepadanya. Yesus menolak permohonan orang yang meminta bantuanNya? Mengapa Yesus menolaknya? Bukankah Dia penuh belaskasih dan perhatian kepada semua orang. Dalam kejahatan, pasti Tuhan Allah tidak akan menolong umatNya. Yesus tahu dengan pasti apa yang menjadi keinginan seseorang yang memintaNya itu.

'Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan', tambah Yesus. Kemungkinan besar orang yang bertanya itu telah jatuh dalam kerakusan dan ketamakan akan harta benda. Dia tidak merasa puas akan yang diterimanya. Penyataan itu disampaikan bukan hanya kepada orang yang memintaNya, melainkan kepada mereka semua yang mendengarkanNya. Adanya banyak harta, 'walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu'. Kekayaan tidak menjadi jaminan bagi seseorang untuk menikmati hidup yang sesungguhnya. Yesus tidak melarang orang mencari kekayaaan, malahan barangsiapa tidak bekerja, janganlah dia makan,  tetapi hendaknya kita tidak tenggelam dalam kekayaan.

'Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya', sambung Yesus dalam pengajaranNya.    'Ia bertanya dalam hatinya: apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.  Lalu katanya: inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!  Tetapi firman Allah kepadanya: hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?'. Sekali lagi, kekayaan yang diselimuti kerakusan diri tidak menjadi jaminan hidup seseorang lebih baik dan nyaman.

'Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah', tegas Yesus. Dalam bahasanya yang khas, sebagaimana tertulis dalam suratnya kepada umat di Kolose, Paulus menulis: 'carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi' (3: 1-2). Kita diminta untuk tidak hanya kaya dalam harta benda, tetapi terlebih-lebih kaya juga di hadapan Allah. Sebab bukankah segala-galanya ada waktunya, sepertinya dikatakan oleh kitab Pengkotbah (bab 1 dan 2). Ada waktu bekerja, ada waktu untuk beristirahat, ada waktu untuk berdoa, ada waktu untuk belajar, ada waktu untuk membaca kita suci, ada waktu berolahraaga.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk dapat menjadi orang yang kaya di hadapanMu, yang mampu menaati sabda dan melakukan kehendakMu. Sehingga harta tidaklah mengikat kami dan menjadikannya segala-galanya dalam hidup kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012