Rabu dalam Pekan Biasa XIV, 6 Juli 2016

Hos 10: 1-12  +  Mzm 105  +  Mat 10: 1-7

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat".

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Yesus memilih rasul hanya duabelas orang sepertinya hendak mengikuti keduabelas suku Israel. Yesus mengutus mereka, dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Para rasul menjadi orang-orang yang hebat dengan kuasa yang mereka miliki itu.

Inilah nama kedua belas rasul itu: Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya. Dua bersaudara yang sering disebut bersamaan. Apakah mereka saudara sekandung? Tidak jelas memang. Hanya Simon disebut secara istimewa yakni Petrus, yang berarti batu karang. Apakah dia seorang yang keras, tegas, atau malah keras kepala?

Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya. Apakah kedua bersaudara ini anak dari Zebedeus? Mengapa tidak disebut Yohanes dan Yakobus, anak-anak Zebedeus? Walau memang tak dapat disangkal, seorang ibu pernah membawa kedua bersaudara ini menghadap Yesus agar diijinkan kelak duduk di sebelah kanan dan kiriNya dalam kemuliaan.  

Filipus dan Bartolomeus. Filipus juga pada akhirnya nanti ditanya oleh Yesus berkaitan dengan pengenalan sang Guru, bahwa melihat Yesus berarti melihat Bapa yang mengutusNya. Apakah Bartolomeus ini adalah seorang Natanael, yang dipandang Yesus sebagai seorang istimewa dalam pergaulan Israel?

Tomas dan Matius pemungut cukai. Tomaslah orang yang membuka peluang bagi setiap orang, bahwasannya percaya kepada Yesus Kristus sungguh-sungguh lebih indah dan mengagumkan daripada mereka yang begitu mengandalkan penglihatan atau aneka anugerah daripadaNya sendiri. Matius demikian juga yang membuka peluang lebar bagi setiap orang, termasuk para pendosa dan pemungut cukai untuk kembali kepada sang Empunya kehidupan ini. Pertobatan seorang berdosa akan semakin membuat kerajaan surga penuh semarak mulia.

Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Yakobus anak Alfeus yang sepertinya tidak mempunyai catatan sedikit pun. Simon orang Zelot ini adalah seorang pejuang, yang menghendaki kemerdekaan bagi bangsanya. Sedangkan Yudas Iskariot ini adalah seorang yang diberi kesempatan selebar-lebarnya untuk mendapatkan keselamatan, tetapi menolaknya dan lebih mencari kepuasan diri dengan menjual sang Guru yang memanggilnya.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: 'janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel'. Apakah Yesus sudah termakan oleh budaya Yahudi yang antipati terhadap orang Samaria? Apakah Yesus mengatakan hal ini sembari mengingatkan akan kedegilan hati orang-orang Samaria sebagaimana diceritakan oleh Hosea dalam kitanya bab 10? Yesus sepertinya memasuki tradisi Yahudi untuk mewartakan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Dia mencoba memasuki konsep bangsa Israel, umat yang dipilih Allah semenjak semula. Para rasul diminta mendahulukan bangsa terpilih karena memang mereka mempunyai hak untuk menikmati keselamatan. Mereka malahan harus dicari dan didahulukan untuk mendapatkan segala yang indah dan baik adanya. Walau tak dapat disangkal, keselamatan Allah harus dinikmati oleh seluruh umat manusia dengan mengedepankan, bahwa keselamatan yang disampaikanNya itu tetap menuntut keberanian setiap orang untuk menerimanya. Keselamatan adalah suatu pemberian sekaligus sebuah pilihan hidup.

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Kerajaan surga sudah dekat karena memang setiap orang diminta untuk berani membuka diri dan menerimaNya dengan penuh sukacita. Dia sang Raja sudah hadir dan di tengah-tengah umatNya. Para gembala telah melihatNya sendiri. Orang-orang Majus pun mencari dan mencari untuk melihatNya. Keberanian orang untuk menerima Kristus Tuhan berarti membiarkan KerajaanNya semakin nyata dalam dirinya.

Bagi kita yang sudah mengenal Kristus Tuhan, baiklah kalau kita berani mencari dan mencari Dia agar kita semakin menikmati rahmat dan berkatNya. Carilah selalu wajah Tuhan (Mzm 105) membuat kita untuk semakin terbuka terhadap Kristus Tuhan sumber sukacita.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur boleh menikmati anugerah keselamatan daripadaMu, kiranya kamipun semakin berani membuka diri dalam mencari Engkau lewat sabdaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening