Rabu dalam Pekan Biasa XV, 13 Juli 2016

Yes 10: 5-16  +  Mzm 94  +  Mat 11: 25-27

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya".

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu berkatalah Yesus: 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'.  Itulah ucapan syukur yang dilambungkan Yesus kepada Bapa di surga. Segala yang indah baik, yang tersembunyi kenikmatannya hanya dapat dinikmati oleh orang-orang kecil, yang sederhana, yang dipinggirkan, yang tak bersuara, yang malang dan miskin, dan tidak kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang merasa unggul dalam tradisi agama Yahudi. Namun bukankah orang Majus dari Timur adalah orang-orang pandai dan bijak? Bukankah sang perwira datang mencariNya, demikian juga kepala rumah ibadat orang Yahudi? Orang kecil sepertinya adalah mereka yang mau mencari dan mencari keselamatan, mencari kebenaran dan mencari makna hidup yang sesungguhnya. Mereka yang selalu mengharapkan belaskasih Allah, dan bukan mereka yang berani memamerkan segala yang dapat dilakukannya (Luk 18: 13). Bukankah hidup di dunia ini  mung mampir ngombe,  kata orang-orang Ngayojokarto? Maka baiklah, kalau kita berani meminta bantuan daripadaNyalah, agar dapat menikmati hidup ini dengan penuh sukacita.  'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'.

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku'. Apa yang diserahkan? Seluruh kehidupan ini. Bukankah memang hanya kepada anak Manusia Bapa berkenan? Hanya kepada Dia, Bapa berkenan, karena memang anak Manusia adalah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Yesus membahasakan semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, karena memang anak Manusia itu sama seperti kita, tetapi Dia adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh Manusia. Yesus berkata begitu supaya semua orang tahu bahwa Yesus itu bukan sekedar manusia yang sama dengan kita yang mudah tenggelam dalam dosa ini. Segala yang Bapa punya adalah Aku punya (Yoh 16: 15).

Orang-orang kecil itulah yang dapat mengenal Allah, yang dapat memahami kehendakNya. Namun pengenalan akan Allah tidak semata-mata bertitik tolak pada kemauan manusia, tetapi terlebih pada kehendak Tuhan Allah yang mengundang setiap orang. Karena itu, Yesus menambahkan: 'tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'. Bukankah sang murid yang dikasihi, Simon Petrus, dapat mengenal dengan baik siapakah Yesus dengan tepat dan benar, karena Bapa sendiri yang menyatakan kepadanya? (Mat 16: 17). Demikian juga bukankah hanya karena belaskasih Yesus Kristus Tuhan kepada seseorang yang digantung di kayu salib bersamaNya menikmati keindahan surgawi bersamaNya (Luk 23: 43). Semuanya menegaskan bahwa kehendak Bapalah yang menyelamatkan umatNya, dan bukan semata-mata kerinduan umat manusia.

Salah seorang yang amat memahami misteri penyataan Yesus ini adalah Maria. Itulah yang terungkap dalam pujian yang dilambungkannya.

'Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku'.

Maria memuliakan Tuhan dan dia bersyukur kepadaNya, karena Tuhanlah Allah sang Penyelamat umat manusia, dan bahkan  Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sebagaimana Yesus bersyukur kepada Bapa di surge, demikian juga Maria bersyukur kepadaNya. Maria sadar bahwa tidak ada kehebatan yang dimilikinya. Dia bukan seorang nabiah. Dia seorang yang masih muda dan belum mempunyai pengalaman hidup, tetapi malah Allah memilih dirinya. Bagi Maria, Dia Tuhan itu Mahakuasa dan nama-Nya adalah kuduslah NamaNya.

'Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'.

Maria sadar bahwa Allah menaruh perhatian kepada orang-orang yang takut kepadaNya, dan bukannya kepada mereka yang congkak hatinya. Malah Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa,  tetapi sebaliknya meninggikan orang-orang yang rendah dan melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar'. Allah benar-benar pro terhadap orang-orang kecil dan tak berdaya. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah, dan kepada merekalah Allah menyatakan diriNya. Mengapa Allah memihak mereka? Itulah pilihan dan kehendakNya (Luk 1: 47-55).

Maria adalah bunda kerahiman, karena memang dia memang amat-amat menyadari kerahiman dan belaskasih Allah.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, beri kami kemampuan untuk dapat menjadi yang kecil dihadapanMu. Karena Engkau sendiri rela menjadi sama dengan kami agar dapat menyelami kami, kiranya kamipun semakin mampu memahami dan menikmati sukacita bersamaMu ini. 

Maria, bunda kerahiman, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening