Rabu dalam Pekan Biasa XVII, 27 Juli 2016

Yer 15: 10-21  +  Mzm 59  +  Mat 13: 44-46

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali berkatalah Yesus: 'hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu'.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali berkatalah Yesus: 'hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu'.

Injil hari benar-benar meminta kita untuk berani memilih yang terbaik. Memilih yang terbaik, berarti meninggalkan yang lain. Memilih yang terbaik pun memang menandakan adanya keinginan yang dalam untuk memilikinya, jauh-jauh sebelumnya sudah merindukan untuk mendapatkannya. Memilih yang terbaik mengandaikan adanya sikap dan tindakan yang terus mencari dan mencari. Segalanya sudah dinikmatinya, telah diperhitungkan, dipertimbangkannya. Adalah suatu kebohongan yang luar biasa bila dalam waktu singkat dan tanpa persiapan apapun seseorang mengatakan ini adalah mutiara indah. Keindahan sebuah mutiara dinikmati seseorang bukan semata-mata, karena perasaan emosianal atau akal  budi, yang menjadikan adanya kehendak untuk memilih, melainkan semata-mata karena mutiara itu indah adanya.

Yeremia mensharingkan pengalamannya dalam menemukan mutiara indah dalam hidup. Mutiara itu adalah sabda Tuhan sendiri, sebab 'apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku'. Pada kodratnya, in se, sabda Tuhan itu indah adanya; luhur dan mulia, abadi selama-lamanya. Namun tak dapat disangkal, kenikmatan sabda Tuhan semakin dapat dinikmati, kalau memang ada kesetiaan dari setiap orang yang telah menemukan dan mendapatkannya. 'Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.  Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan engkau dari genggaman orang-orang lalim' (Yer 15).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar berani mengutamakan sabda dan melakukan kehendakMu di atas segala-galanya. Karena hanya sabdaMu yang terpenting dan berharga dalam hidup kami, yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012