Sabtu dalam Pekan Biasa XIII, 2 Juli 2016

Am 9: 11-15  +  Mzm 85  +  Mat 9: 14-17

 

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.  Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

 

 

 

Meditatio

'Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?', tanya para murid Yohanes kepada Yesus. Mereka bukannya menantang para murid Yesus, malah bertanya dan bertanya kepada sang Guru sendiri. Apalagi mereka ikut mendompreng mayoritas saat itu, yakni kaum Farisi yang mempunyai kedudukan sosio-religi tinggi. Bukankah berpuasa adalah kewajiban agama yang harus dijunjung tinggi guna mendapatkan kekudusan diri? Mendengar pertanyaan mereka Yesus berkata: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Mengapa mereka harus berpuasa bila selalu bersama Aku? Aku akan menjaga dan memperhatikan mereka selalu. Aku akan meluruskan mereka yang lika-liku jalannya. Sejauh mereka melanggar kehendak Tuhan, dan mencari kepuasan diri dalam relasi dengan sesame, Aku akan memarahi mereka. Jikalau mereka tidak menyangkal diri dan memanggul salibnya setiap hari, Aku akan membuang dia sebagai muridKu. Kalau mereka hanya berteriak-teriak Tuhan-Tuhan, tetapi tidak melaksanakan kehendak BapaKu pasti Kukecam habis-habisan. Memang nanti ketika Aku berada di taman Getsemani, dan juga saat-saat mereka tidak bersamaKu lagi, mereka pasti harus berpuasa. Selama bersama Aku, Aku akan menjaga dan memperhatikan mereka. 

'Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya'. Sebuah penyataan Yesus yang hendak menegaskan bahwa segala-galanya ada waktunya. Puasa bukan soal waktu, melainkan sebuah kebutuhan bagi setiap orang yang hendak menguduskan diri, karena memang merasa jauh dari Tuhan Allah, karena merasa diri telah menomersatukan dirinya dari yang lain, dan tak mau tahu terhadap sesamanya.

'Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka' (Am 9: 14-15). Sabda Tuhan Allah sang Empunya kehidupan menghidupkan kembali segala yang hancur, karena ketaatan Israel dalam mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Apakah dengan demikian Allah itu benar-benar egois? Dalam hal keselamatan memang: Allah amat egois. Sebab Allah menghendaki semua orang selamat dan bahagia, di luar diriNya tak ada kehidupan dan keselamatan. Bersama Yesus selalu, setiap orang akan hidup dengan penuh sukacita dan bahagia. Mereka tidak akan berpuasa, yang mungkin menjadi beban bagi banyak orang. Namun bersama Yesus, orang tidak memanggul beban itu lagi, karena Kristus Tuhan hidup dalam diri mereka.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami berpuasa dari segala kejahatan dan kemalasan diri. Sebab kami begitu getol untuk menjauh daripadaMu dan mencari kesenangan diri sendiri.

Yesus, ajarilah kami selalu bersamaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening