Sabtu dalam Pekan Biasa XVI, 23 Juli 2016


Yer 7: 1-11  +  Mzm 84  +  Mat 13: 24-30

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.  Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?  Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

 

 

Meditatio

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya', tegas Yesus menyampaikan ajaranNya tentang Kerajaan Surga. Kerajaan Surga disampaikan oleh Allah karena Allah mempunyai kehendak baik. 'Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi'. Itulah realitas hidup. Ada malam ada siang. Ada waktu kerja ada waktu untuk istirahat. Ada orang baik dan ada orang jahat.  'Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?  Jawab tuan itu: seorang musuh yang melakukannya'. Sekali lagi, itulah kenyataan hidup. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Tuhan Allah membiarkan segalanya tumbuh dengan apa adanya. Bukankah memang setiap orang mempunyai akal budi dan kehendak bebas? Bukankah setiap pribadi juga mempunyai hak untuk mempertanggungjawabkan hidupnya?

Dalam perumpamaan hari ini sepertinya Yesus tidak berbicara tentang belaskasihNya yang menyelamatkan. Perumpamaan hari ini mengingatkan kita semua akan tanggungjawab kehidupan yang harus disampaikan oleh setiap orang. Allah amat menghormati pilihan pribadi setiap individu. Tuhan Allah tidak pernah memaksa seseorang dalam mengambil keputusan, walau tak dapat disangkal, Allah tak jarang juga intervensi dalam diri seseorang menjadikan dia sebagai tanda kehidupan yang menyelamatkan orang-orang yang ada disekitarnya. Itulah kehendak dan kemauan Allah kepada kita umatNya. Perumpamaan hari ini seakan-akan hendak mengatakan Allah tidak  segan-segan akan membedakan antara seorang dengan lainnya, bagaikan mengumpulkan lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar dan gandum itu ke dalam lumbungku, atau bagaikan kawanan domba dan kambing, atau ikan-ikan yang baik dalam pasu dan yang jelek dibuangnya kembali ke laut.

Allah memberi kebebasan bagi setiap orang untuk menentukan pilihannya. Tuhan Allah amat menghormatinya. Namun tidak dapat disangkal, sebagaimana pernah dinubuatkan oleh nabi Yeremia: 'perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini' (Yer 7), yakni  jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing,  tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri,  maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya'. Jika Tuhan Allah amat menghormati kebebasan dan pilihan umatNya, demikian juga Allah meminta agar hak dan pilihanNya juga dihormati oleh orang-orang yang menginginkan Allah tinggal di tengah-tengah mereka. Allah juga hanya memilih bulir-bulir gandum untuk dimasukkan dalam lumbungNya, dan bukannya ilalang.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau menciptakan semuanya baik adanya dan memberikan kehendak bebas kepada kami dalam menentukan hidup kami. Dampingilah kami selalu agar dapat memilih yang terbaik dalam hidup kami ini dengan mendengarkan sabda dan menikmati kehadiranMu di tengah-tengah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening