Selasa dalam Pekan Biasa XVI, 19 Juli 2016


Mi 7: 14-20  +  Mzm 84  +  Mat 12: 46-50

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.  Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Ada apa mereka hendak menemui Yesus? Tentunya ada maksud tertentu, sehingga mereka datang menjumpaiNya. Apakah benar bahwa Dia itu tidak waras lagi? (Mrk 3: 21). Yang pasti ada maksud tertentu. Siapakah saudara dan saudari Yesus yang dimaksudkan? Bukankah Dia Anak tunggal? Apakah memang sudah terbiasa dengan Bahasa persaudaraan? Maka seorang berkata kepada-Nya: 'lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'. Baik kali orang itu memberitahuNya. Namun mengapa tidak langsung saja mnegajak mereka berdiri di barisan paling depan untuk menjumpaiNya? Apakah memang selalu ada maksud privacy, sehingga mereka selalu berbicara secara tersendiri?   

'Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?', jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya. Mengapa Yesus berkata seperti itu? Apakah Yesus sudah lupa diri? Apakah Yesus tidak mau tahu dengan ibu dan sanak-saudaraNya?  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Mendengarkan sabda dan kehendak Bapa di surga menyatukan kita semua, terlebih dengan Yesus Kristus. Mendengarkan sabdaNya membuat kita orang-orang menjadi anak-anak Bapa di surga, sebab bukankah Yesus adalah Putera sulung kebangkitan? Maria dan saudara-saudariNya yang datang pasti memang sanak kerabat Yesus, tetapi tidak dapat disangkal, kita menjadi keluarga yang diselamatkan, keluarga Yesus Kristus, sang Empunya kehidupan ini, kalau kita mendengarkan sabda dan melaksanakannya. Kenapa bisa begitu? Karena memang sabda dan kehendak Bapalah yang menyelamatkan kita, dan diluar keselamatan hanya kebinasaan. Tidak ada orang yang mampu menyelamatkan dirinya sendiri, tidak ada orang yang beroleh selamat tanpa melakukan kehendakNya.

Orang-orang yang amat menyukai sabda dan kehendak Tuhan merasakan satu kesatuan dengan yang lain. Orang yang benar-benar melaksanakan sabda Tuhan, yang memang adalah sabda cinta kasih itu akan menyatukan seorang dengan lainnya. Orang yang melakukan sabda Tuhan akan otomatis membawa damai kepada sesama. Orang yang gemar membaca kitab suci dan berusaha menghayatinya pasti akan menjalin persaudaraan dengan sesamanya. Orang yang hanya membaca sabda Tuhan, yang gemar membaca kitab suci tetapi tidak melaksanakannya pasti dia akan menjadi yang sombong dan mau menangnya sendiri. Mengapa? Karena dia akan merasa mengenal Tuhan Allah, merasa tahu apa yang dikehendaki Allah, padahal dia tidak melakukan apa yang dikehendaki Tuhan Allah. Mereka sama sekali tidak melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga. Mereka adalah kaum munafik, juga sekaligus amat fanatik terhadap aneka ajaran agama, dan amat keras dalam menjalankan kewajiban agamanya. Karena itu Yakobus juga pernah mengingatkan kita: 'hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri' (Yak 1: 22).

Adakah kita sudah sempurna mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya? Belum tentunya. Namun baiklah kita terus berani berusaha dan berusaha untuk melakukannya, sembari menyadari belaskasih Tuhan kepada umatNya, sebagaimana direnungkan juga bersama Mikha (bab 7: 14-20), yang memang maha Pengasih dan Penyayang kepada umatNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena sabdaMu, kami menjadi satu saudara dengan sesama. KasihMu yang menyatukan kami, melalui sikap hidup yang mendatangkan sukacita antara satu dengan lainnya. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening