Senin dalam Pekan Biasa XIV, 4 Juli 2016


Hos 2: 13-19  +  Mzm 145  +  Mat 9: 18-26

 

 

 

Lectio

Suatu hari sementara Yesus berbicara kepada para muridNya, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.  

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.  Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,  berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

 

 

Meditatio

Suatu hari sementara Yesus berbicara kepada para muridNya, datanglah seorang kepala rumah ibadat. Siapa dia tidak disebutkan memang, tetapi kiranya dia mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat Yahudi. Dia seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Yesus dan berkata: 'anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup'. Dia benar-benar mempunyai iman kepercayaan; bahkan Dia tahu bahwa Yesus itu sang Empunya kehidupan. Yesus berkuasa atas hidup dan mati umatNya. Sang kepala rumah ibadat ini yakin Yesus mampu membangkitkan orang mati. Apakah dia pernah mendengar kata-kata Yesus Akulah Kebangkitan dan Hidup, sebagaimana dikatakanNya kepada Marta? Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yesus tidak banyak bertanya tentang sakitnya. Dia langsung pergi sebagaimana permintaan si kepala rumah ibadat itu.

Dalam perjalanan ke rumah kepala rumah ibadat  seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Berani kali dia menerobos rombongan para murid yang tentunya berjalan mengitari Yesus. Apakah dia Onggu boru Sibarani?  Karena katanya dalam hatinya: 'asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'. Inilah iman kepercayaan! Sebuah penyataan yang tidak masuk akal memang, tetapi mendatangkan berkat dan keselamatan. Yesus tidak merasa terganggu sepertinya dengan peristiwa itu, malah berpaling dan memandang dia serta berkata: 'teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau'. Yesus menyebut perempuan itu sebagai anakNya, karena memang adalah tanggunjawab Tuhan Yesus untuk menyelamatkan dan membahagiakan umatNya. Cinta Allah kepada umatNya juga pernah diungkapkan dalam nubuat Hosea, bahwa Israel adalah isteriNya sendiri, isteri dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih saying (Hos 2: 18-19). Yesus juga bangga memperhatikan usaha dan jerih payah perempuan itu untuk berani mendekat menjamah jubahNya. Iman dan perbuata bergerak sejalan dalam diri perempuan yang mengidap pendarahan ini. Dan sungguh, mukjizat itu nyata. Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,  berkatalah Ia: 'pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur'. Tetapi mereka menertawakan Dia. Bagi manusia memang aneh perkataan Yesus ini. Bukankah memang anak itu sudah jelas-jelas mati? Ayahnya sendiri pun telah mengatakan mati. Namun tak dapat disangkal, di hadapan Tuhan semuanya hidup, sebab memang 'Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup' (Mrk 12: 27). Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Dari pengalaman beberapa hari lalau, iman siapa yang lebih hebat antara sang perwira yang mengatakan katakan saja maka hambaku akan sembuh, atau kepala rumah ibadat ini yang meminta datanglah dan letakkan tanganMu atas anak kami,  atau perempuan yang sakit pendarahan ini dengan yakin  berkata asal kujamah jubahnya saja, aku pasti sembuh? Namun kiranya melihat kenyataan ini, janganlah Yesus berkata kepada kita iman sebesar ini belum pernah Kutemukan di antara para muridKu  di paroki ini.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu. Sebab hanya dalam iman kepadaMu, kami dapat menikmati hidup ini dengan indahnya. Amin.

 

 

Contemplatio

'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh'.

 

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012