Senin dalam Pekan Biasa XV, 11 Juli 2016

Yes 1: 11-17  +  Mzm 50  +  Mat 10:34 – 11:1

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.  Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.  Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang'. Namun bukankah para malaikat sewaktu kelahiran Yesus Kristus sendiri berkata Gloria in exelcis deo et in terra pax hominibus bone voluntatis? Yesus memang membawa damai dan sukacita bagi setiap orang yang berkehendak baik, yang selalu mencari dan merindukan kebenaran. Namun Yesus akan menjadi bahan perbantahan bagi banyak orang supaya terbukalah mata mereka, sebagaimana dikatakan Simeon, orang kudus, ketika Yesus dibawa ke kenisah. 'Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya'. Keluarga bisa terbagi satu anggota dengan anggota lainnya, karena pengenalan akan Kristus yang adalah kebenaran dan hidup. Keselamatan hidup seseorang tidak ada hubungannya dengan kekerabatan keluarga. Searus memang kebenaran kiranya semakin menyatukan persaudaraan siapapun, karena memang kebenaran itu berasal dari Tuhan Allah yang Mahaesa. Namun tak dapat disangkal kecenderungan insani yang meraja dalam diri setiap individu akan membuat berbeda dalam pilihan akan keselamatan. Kalau pun satu pilihan keselamatan, tetapi 'barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku'. Yesus Tuhan harus diutamakan dalam keseharian hidup kita.

'Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku'. Menjadi murid Yesus memang tidaklah duduk berpangku tangan. Seorang murid Yesus adalah seorang yang berjerih payah dalam hidupnya guna mendapatkan keselamatan. Orang yang bermalas-malasan tidak akan layak setia mengikuti Kristus Tuhan, demikian juga orang-orang yang hanya ingin menikmati kenyamanan dan kenikmatan hidup. 'Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'.  Menjadi seorang murid Yesus memang harus menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, seorang pejuang untuk meraih keselamatan abadi, dan bukan sebatas pahlawan yang mensejahterahkan orang lain. Allah melalui nabi Yesaya mengecam orang-orang yang mencari kenyamanan diri, yakni dengan mempersembahkan aneka kurban persembahan yang dimaksudkan untuk menenangkan hati Tuhan, tetapi semuanya itu ditolakNya karena kurban persembahan mereka penuh dengan kejahatan (Yes 1: 11-17). Semua yang dilakukan Israel bukannya menarik perhatian Tuhan, malah sebaliknya mendatangkan amarahNya karena kejahatan yang mereka lakukan itu. Mereka mencari kenyamanan dan keselamatan diri dengan berlaku jahat terhadap sesama. Mereka pasti mendapatkan amarah kuat daripadaNya.

'Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku'. Sebuah perutusan yang berkelanjutan, sehingga barang siapa menyambut para rasul, para muridNya, dia menyambut Kristus sendiri yang mengutusnya, terlebih menyambut Bapa sendiri yang mengutus Yesus. Itulah sebabnya para murid Kristus hendaknya benar-benar menampakkan diri sebagai alter-Kristus dalam keseharian hidupnya. Mereka menyatakan kehadiran Kristus. Mereka menghadirkan Kristus sang Guru. Kehadiran seorang murid Kristus sepertinya mempunyai nilai yang amat istimewa dibandingkan dengan kedatangan dan kehadiran orang lain. 'Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar'. Kedatangan para nabi dan orang-orang benar, yang tanpa membawa Kristus sebatas menghadirkan diri mereka sendiri. Tidaklah demikian dengan mereka yang mewartakan Injil Kerajaan Allah. 'Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya'.

Yesus mengatakan semuanya ini, apakah hendak memberi hiburan kepada para muridNya? Bukankah sebelumnya Yesus sudah menegaskan karena namaKu, kamu akan didera dan disesah? Salib memang selalu akan dirasakan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus, tetapi tak dapat disangkal penghiburan dari Tuhan Allah sendiri akan melimpah dalam diri mereka. Inilah kiranya yang membuat orang-orang berani memanggul salib kehidupan, yang menurut pikiran manusia tidaklah mungkin semuanya itu.

Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami tahu berat memang beban yang harus dihadapi dalam mengikuti Engkau, tetapi kami percaya pendampinganMu, Engkau tidak membiarkan kami menghadapinya sendiri. Ya Yesus, kami persembahkan seluruh keberadaan kami hanya ke dalam tanganMu.

Santo Benediktus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening